Pembukaan Tahun 2020 NTP Jawa Timur Naik Sebesar 0,65 Persen

SURABAYA-SUREPLUS: Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur di pembukaan tahun 2020 naik sebesar 0,65 persen, dari 103,32  menjadi 103,98. Kenaikan ini dikarenakan indeks harga yang diterima petani (It), mengalami kenaikan lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib).

Dari data yang dilansir, It naik sebesar 1,37 persen sedangkan Ib naik sebesar 0,72 persen. Jika dilihat perkembangan masing-masing subsektor pada bulan Januari 2020, tiga subsektor pertanian mengalami kenaikan NTP, sedangkan sisanya mengalami penurunan.

Subsektor yang mengalami kenaikan NTP terbesar, terjadi pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 3,88 persen dari 94,94 menjadi 98,62, diikuti Subsektor Hortikultura sebesar 3,02 persen dari 103,97 menjadi 107,10, dan Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,31 persen dari 106,43 menjadi 106,77.

Sementara subsektor yang mengalami penurunan NTP adalah Subsektor Peternakan sebesar 0,67 persen dari 99,11 menjadi 98,44, dan Subsektor Perikanan sebesar 0,53 persen dari 100,49 menjadi 99,96.

Indeks harga yang diterima petani naik 1,37 persen dibanding bulan Desember 2019, yaitu dari 108,86 menjadi 110,35. Kenaikan indeks ini disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima petani pada empat subsektor pertanian, sedangkan satu subsektor mengalami penurunan.

Terdapat sepuluh komoditas utama, yang menyebabkan kenaikan indeks harga yang diterima petani bulan Januari 2020 adalah tebu, cabai rawit, kentang, cabai merah, cumi-cumi, ikan kembung, tembakau, ikan layang, teri, dan gabah.

Sedangkan sepuluh komoditas utama yang menghambat kenaikan indeks harga yang diterima petani adalah gurame tawar, bandeng payau, bawang merah, cengkeh, ayam ras pedaging, buncis, rajungan, ikan layur(beladang), jeruk, dan sapi perah.

Pada bulan Januari 2020, indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,72 persen dibanding bulan Desember 2019 yaitu dari 105,37 menjadi 106,13. Kenaikan indeks ini disebabkan karena indeks harga konsumsi rumah tangga (inflasi perdesaan) mengalami kenaikan sebesar 0,95 persen, dan indeks harga biaya produksi dan pembentukan barang modal (BPPBM) naik sebesar 0,49 persen.

Sepuluh komoditas utama yang mendorong kenaikan indeks harga yang dibayar petani adalah pelet, perahu tanpa motor, sewa tanah untuk tambak/kolam, benih udang payau, cabai rawit, cabai merah, tarif perbaikan, ongkos angkut, benih bandeng/nener payau, upah angkut ke TPI.

Tercatat pula sepuluh komoditas utama yang menghambat kenaikan indeks harga yang dibayar petani bulan Januari 2020, yakni bakalan sapi, daging ayam ras, rumput segar, genset/dompeng, telur ayam ras, bekatul, garam, buncis, bensin, dan salak.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana