Pedagang Pasar Ikan Klaim Belum Ada Peningkatan Minat Semenjak Tahun Baru

Suasana pasar ikan di Gunung Sari saat pagi hari. Hari ini, pedagang dari seluruh Jawa Timur datang ke grosir ini.

SURABAYA-SUREPLUS: Para pedagang di pasar ikan hias Gunung Sari, Surabaya menyatakan belum ada peningkatan jumlah minat pembeli yang signifikan sejak awal tahun hingga saat ini. Pedagang-pedagang ikan hias dari seluruh Jawa Timur yang memenuhi grosir tersebut pagi ini berjumlah sekitar 50 kios.

“Masih standart sih, belum ada peningkatan sekecilpun, penurunan juga tidak. Jadi rata semua,” ungkap Edi Riyanto, salah satu pedagang ikan koi saat diwawancarai reporter Sureplus.id di pasar ikan Gunung Sari, Surabaya, Rabu (12/2/2020).

Edi mengungkapkan, dirinya yang baru empat tahun berjualan di pasar ini memaklumi kondisi pasaran, khususnya ikan hias yang saat ini masih sepi. Pasalnya, produksi di wilayah Jawa Timur sendiri tidak mengalami penurunan, hanya saja peminatnya yang memang belum tumbuh karena masih awal tahun.

“Ya atau mungkin juga karena koi kurang banyak peminatnya, dibandingkan sama ikan cupang, nila dan lain-lain itu,” ujar pria asal Blitar tersebut.

Senada dengan Edi, seorang penjual ikan cupang bernama Nyoto asal Kediri mengatakan penjualan sejak Januari lalu biasa-biasa saja. Masih belum juga terdeteksi adanya kenaikan pasar hingga saat ini.

“Biasa-biasa saja, belum meningkat kalau dilihat dari tahun baru 2020. Ikan-ikan disini pun tidak ada yang impor dari luar negeri. Semua dari daerah masing-masing untuk dijualkan disini,” kata Nyoto.

Kendati demikian, pria yang telah sepuluh tahun berjualan di pasar ikan Gunung Sari ini mengakui dirinya mendapatkan omset paling banyak sebesar Rp 1 juta perbulan dari hasil penjualannya. “Paling ya pertengahan tahun. Masuk April mungkin akan ada peningkatan daya beli maupun produksinya,” tutup Nyoto.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana