Situs-Situs Sejarah Iran Terancam Dihancurkan Trump

[caption id="attachment_15813" align="aligncenter" width="928"] Donald Trump. FOTO: getty images[/caption]

Ketika banyak kalangan mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump 'sakit jiwa', saya tak begitu terkejut. Bagaimana tidak, di tengah konflik Iran dengan AS, Trump sempat mengeluarkan ancaman akan menghancurkan situs budaya Iran. Ancaman itu tentu saja dikecam berbagai pihak baik dari dalam maupun dari luar negeri. Padahal, dalam Konvensi Den Haag 1954 untuk Perlindungan Kekayaan Budaya dalam Peristiwa Konflik Bersenjata, dimana situs-situs sejarah dan budaya harus dilindungi dari ancaman penjarahan dan penghancuran di masa perang, AS adalalah salah satu negara yang ikut menandatangani.

Iran memiliki lebih dari 20 situs sejarah dan budaya yang dilindungi UNESCO. Situs-situs berusia 5000-an tahun itu tak hanya berhubungan dengan agama, namun juga menunjukkan pencapaian arsitektur dan desain yang tinggi, di antaranya adalah Persepolis.

Persepolis merupakan situs sejarah berupa pemukiman saat Kekaisaran Persia berkuasa yang dianggap sebagai pertama arkeologi Iran. Letaknya 70 km dari Shiraz, Iran, dan dibangun sejak abad 515 SM. Meski di masa lalu sempat dihancurkan kekaisaran lain termasuk oleh Alexander Agung, sisa reruntuhannya masih bisa dinikmati para pelancong hingga saat ini.

Lalu ada Pasargadae, situs berupa pemukiman pertama yang dibangun Kerajaan Achaemenid oleh Cyrus Agung dengan bangunan megah serta taman besar yang dipisahkan oleh saluran air. Arsitektur kota taman Persia ini, telah menginspirasi pembangunan beragam situs bersejarah di dunia seperti Taj Mahal India dan Alhambra di Spanyol. Cyrus Agung dimakamkan di sini.

Selain Persepolis dan Pasardage, situs Benteng Bam juga tak kalah mempesona. Bangunan berbahan batu bata terbesar di dunia dan telah berdiri sejak abad ke-6 SM ini, berada di atas bukit. Bangunan ini lebih mirip kota kecil karena memiliki luas 180 ribu meter persegi yang dikelilingi jalanan, rumah, dan pasar yang dihalangi tembok setinggi tujuh meter. Bam sebagian besar hancur dalam gempa bumi pada tahun 2003 tetapi rekonstruksi telah berlangsung hingga hari ini.

Contoh lain dari keunggulan arsitektur kuno Iran dalam hal teknik dan desain adalah Gonbad-e Kavus. Menara penguburan setinggi 50 meter ini telah berdiri sejak awal abad ke-11, dan satu milenium kemudian tampaknya masih merupakan menara batu bata tertinggi di dunia yang diakui ahli arsitektur sebagai menara terindah di dunia. (Fahmi Faqih)

Posting Komentar

0 Komentar