Sejumlah Pedagang Makanan di Surabaya Akan Gunakan Masker Antisipasi Corona

[caption id="attachment_15993" align="aligncenter" width="739"] Pasar tradisional Pakis, yang beberapa pedagangnya akan menggunakan masker dalam mengantisipasi corona[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Beberapa pedagang makanan di Surabaya berencana akan menggunakan masker, sebagai tanggapan menyebarnya virus corona dari negara Tiongkok beberapa minggu ini. Mereka mengaku takut terserang, lantaran mereka setiap hari berinteraksi dengan berbagai macam pembeli.

"Penyebarannya cepat sekali, kita nggak tahu sudah seberapa besar dan sampai dimana menyebarnya. Makanya saya mendingan bersihkan dagangan saya dan pakai masker, untuk menjaga dagangan dan kesehatan saya," ungkap Febri, salah satu pedagang di pasar tradisional Pakis, saat ditemui reporter Sureplus.id di lokasi, Selasa (28/1/2020).

Febri mengungkapkan, meskipun ia mendengar kabar bahwa penyebarannya tidak melalui pakaian dan makanan, ia tetap melakukan tindak pencegahan karena kabar lain yang ia dapatkan bahwa virus ini dapat melalui bersin, batuk dan kontak secara langsung lainnya.

Menurutnya penyakit ini berpotensi kedepannya akan menurunkan daya beli masyarakat secara drastis mengingat kondisi pasar tradisional di Surabaya yang kurang terawat. Demikian juga dengan air yang digunakan untuk mencuci bahan makanan, harus dipanaskan dahulu sebelum digunakan.

Dilain pihak, pelaku UMKM bernama Ali menyatakan keraguannya akan virus corona yang masuk pada produknya. Ia berdalih meskipun bahan baku ia beli di Supermarket, ia telah melakukan perawatan ulang secata teratur.

"Buat apa kuatir sama produk saya, orang saya sendiri sudah melakukan perawatan secara teratur sejak lama. Lagian kan ini home industriy, standart umkm," ujarnya.

ia menjelaskan, bahwa produk makanan home indsutry pasti dijamin aman dan bebas penyakit. Meskipun ada, jumlahnya pasti tidak akan masiv sehingga mempengaruhi daya beli. Namun, ia tetap melakukan tindakan pencegahan juga dengan memakai masker, karena dirinya seringkali harus pergi keluar kota untuk mengantarkan pesanan.

"Ya pastinya dilakukan (pencegahan) cuman ya gak perlu sampai paranoid juga. Kepercayaan kan adalah pilar utama dari berlangsungnya sebuah perdagangan," kata Ali.

Kendati demikian, Direktur Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Wiendra Waworuntu mengatakan, hingga saat ini sampai sekarang makanan belum terbukti dapat menularkan virus corona. Namun ia tetap mengimbau masyarakat yang ingin makan unggas untuk lebih dulu memasaknya hingga benar-benar matang.

"Kalau bisa makan unggas itu dibolehkan tapi harus masak. Itu dianjurkan," tutur Anung.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar