Risma Imbau Nelayan Agar Tak Melaut di Tengah Cuaca Ekstrem

[caption id="attachment_15778" align="aligncenter" width="400"] Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat memberikan sosialisasi kepada para nelayan agar tidak melaut apabila cuaca sedang tidak bagus.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengadakan sosialisasi dan pembinaan kepada para nelayan pesisir di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Romokalisari, Benowo. Sosialisasi ini digelar, sebagai antisipasi para nelayan dalam menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Sosialisasi ini diberikan kepada para nelayan di tiga kecamatan, yaitu Krembangan, Benowo dan Asemrowo. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang hadir memberikan sambutan berkata,  laporan BMKG cuaca dalam seminggu ke depan diprediksi tidak bagus. Oleh karena itu, pihaknya meminta para nelayan memperhatikan kondisi cuaca sebelum pergi melaut.

"Saya juga sedih kalau ada warga saya yang kena musibah. Karena itu, saya minta tolong kalau cuaca kondisi buruk jangan dipaksakan untuk melaut," ungkap Wali Kota Risma saat memberikan sambutan di Romokalisari, Kamis (9/1/2020).

Risma mengungkapkan, para nelayan harus memperhatikan Weather Information Display (WID) untuk mendapatkan informasi seputar kondisi cuaca sebelum melaut. WID tersebut dinilai dapat membantu para nelayan mendapatkan informasi tentang kondidi perairan.

Ia berharap para nelayan dapat terus memanfaatkan WID sebelum berangkat melaut. Tidak hanya dalam seminggu ke depan.

"Kalau misalkan nanti cuacanya tidak mendukung dan Anda tidak bisa melaut, saya coba memberikan bantuan sedikit. Ada beras yang bisa panjenengan gunakan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad menyampaikan kegiatan pembinaan kepada para nelayan ini memang rutin dilakukan. Dalam kegiatan ini, Pemkot Surabaya juga menggandeng BMKG, Basarnas dan Polairud untuk mengingatkan nelayan tentang pentingnya alat-alat keselamatan. Termasuk informasi cuaca sebelum melaut.

"Kita tahun ini memasang WID lagi. Jadi ada 6 Weather Information Display (WID) yang akan memberikan informasi untuk nelayan sebelum melaut," kata Irvan.

Ia menjelaskan, enam WID tersebut telah terpasang di beberapa titik di pesisir Kota Surabaya. Seperti pada tahun 2018 telah terpasang di Taman Suroboyo (Kelurahan Cumpat, Kecamatan Kedungcowek), Masjid Al Mabrur (Kelurahan Nambangan Perak, Kecamatan Kedungcowek) dan Tambat Labuh Sontoh (Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo).

Sedangkan di 2019, WID telah terpasang di Sentra Ikan Romokalisari (Jalan Romokalisari I, Benowo), titik kumpul nelayan Tambak Wedi (Jalan Tambak Wedi, Kenjeran) dan titik kumpul nelayan Kalisari (Jalan Kalisari, Mulyorejo).

Kendati demikian, data yang ditampilkan di WID diperoleh dari BMKG Maritim Tanjung Perak. Data yang terpampang dalam WID merupakan data real time yang diupdate setiap harinya berisikan beberapa informasi. Mulai dari suhu, kelembapan udara, cuaca, kecepatan dan arah angin, tinggi gelombang hingga jarak pandang.

"Data semua terkoneksikan ke Surabaya Integrated Urban Transport System (SIUTS) Joyoboyo. Nantinya kita akan bekerja sama dengan BMKG untuk bisa terkoneksi dengan Early Warning System bila ada tsunami atau cuaca buruk lainnya," tutup Irvan.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar