PTPN X luncurkan Cerutu Golden Boy, Siap Bersaing di Pasar Cerutu Dunia

[caption id="attachment_15713" align="aligncenter" width="620"] Direktur Utama PTPN X, Dwi Satriyo Annurogo saat menunjukkan produk cerutu Golden Boy yang akan bersaing di pasar cerutu kelas dunia.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Perkebunan Nusantara X atau PTPN X secara resmi meluncurkan produk cerutu terbaru mereka, bernama “Cerutu Golden Boy". Cerutu khas Jember ini memiliki cita rasa kelas dunia.

“Cerutu Golden Boy merupakan salah satu Cerutu High Class Premium, produk Unit Tembakau Jember yang bercita rasa internasional. Cerutu ini dibuat dengan bahan-bahan pilihan, yaitu tembakau dekblad kualitas premium dan dikerjakan oleh tenaga ahli di bidang cerutu,” ungkap Direktur Utama PTPN X, Dwi Satriyo Annurogo, Sabtu  (4/1/2020).

Dwi mengungkapkan, pihak PTPN X telah melaksanakan survei yang ditujukan pada penikmat cerutu. Hasilnya, mereka dapat  merasakan mana cerutu yang high class, middle class dan low class. Mereka terus memberikan masukan saat memformulasikan cerutu sehingga berhasil memformulasikan cerutu high class ini.

Menurutnya, kesempatan bersaing di pasar cerutu dunia saat ini masih terbuka lebar. Sebagian besar masih dikuasai oleh  Amerika Serikat, khususnya Kuba dan beberapa negara penghasil cerutu lainnya. Agar sejajar dengan produsen cerutu terbaik lainnya, maka PTPN X berniat untuk mengawali ekspor cerutu mereka ke Singapura dan Amerika Serikat lebih dahulu.

“Dengan formulasi yang ada, Cerutu Golden Boy akan menyetarakan posisi Indonesia di jajaran teratas. Sehingga, nantinya Indonesia tidak hanya dikenal sebagai penghasil tembakau terbaik tetapi juga penghasil cerutu terbaik dunia," ujarnya.

Ia menjelaskan, komoditas cerutu yang diproduksi ini memang sebagian besar diekspor, dengan prosentase sekitar 75 persen ekspor dan 25 persen pasar dalam negeri, yang harganya berkisaran Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per batang.

Masih pada produksi cerutu kelas atas tersebut, Dwi mengklaim akan terus meningkatkan kualitas seiring naiknya permintaan pasar cerutu dunia. Saat ini, produksi cerutu Golden Boy mencapai 9 ribu batang per bulan. Di tahun pertama, produksinya akan dinaikkan sekitar 10 persen, kemudiab 20 persen di tahun kedua.

"Tahun 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan. Maka saya tetapkan tahun 2020 sebagai tahun inovasi, dimana setiap karyawan dituntut untuk bisa melahirkan inovasi terbaru yang merupakan solusi bagi permasalahan-permasalahan di masa datang,” kata Dwi.

Kendati demikian, Dwi juga memberi apresiasi kepada semua karyawan atas kinerja perusahaan di tahun 2019, yang berhasil mempertahankan PTPN X sebagai leader industri gula dan mampu meraih laba, juga optimis bahwa target tahun 2020  akan tercapai.

"Gelar akan kita pertahankan, dengan ditunjang perbaikan di sisi SDM yang selalu berpedoman pada corporate value SIPro (Sinergi, Integritas, dan Profesional)," tutup Dwi.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar