Petrokimia Gresik Bersama BPSDMI Lakukan Program Vokasi Diploma 1


GRESIK-SUREPLUS: Anak usaha PT Pupuk Indonesia (persero) yakni PT Petrokimia Gresik, atau PG menggandeng Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementrian Perindustrian (Kemenperin), untuk menyiapkan tenaga kerja di bidang industri yang berkompeten melalui program vokasi diploma 1.





Seperti diketahui, pada tahun ini, ada 58 peserta program vokasi link and match di bidang industri. Dari jumlah tersebut, 34 di antaranya dari jurusan Teknik Kimia Industri, dan 24 orang dari jurusan Pemasaran & Logistik.


Dirut PT Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi melalui General Manager SDM Nanang Teguh mengungkapkan, program vokasi ini merupakan konstribusi nyata PG dalam upaya menciptakan SDM unggul sesuai kebutuhan industri.


“Petrokimia Gresik telah berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi 273 SDM sejak tahun 2017 hingga 2018. Dari jumlah itu diikuti 79 peserta jurusan Teknik Kimia Industri. Kemudian di 2019 ada 73 peserta jurusan Teknik Kimia Industri, 39 peserta jurusan Teknik Perawatan Mesin, dan 24 peserta jurusan Pemasaran & Logistik,” ujarnya, Selasa (21/01/2020).


Peserta program vokasi ini, metode pembelajarannya dibuat konsep 33 persen penyampaian materi di kelas, dan 66,7 persen praktek lapangan. “Setelah lulus ilmu yang didapat peserta program vokasi lebih applicable yang nantinya diterapkan di industri sesuai keilmuannya. Konsep pendidikan ini bertujuan menunjang penguasaan keahlian tertentu,” ungkap Nanang Teguh.


Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Industri SDM Kementrian Perindustrian, Eko Cahyono mengatakan, program vokasi di kementrian kami menyiapkan pendidikan serta pelatihan bagi SDM yang siap pakai.


“Pendidikan vokasi yang kami siapkan ini tidak hanya meningkatkan skill tenaga kerja di bidang industri tapi juga menyiapkan enterpreneur baru di bidang wirausaha,” katanya.


Ia menambahkan, program vokasi Diploma 1 tersebut sudah tersebar di sejumlah daerah di 15 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Program ini dalam rangka memenuhi kebutuhan industri yang mengkedepankan link and match utamanya bagi lulusan SMA maupun SMK sederajad. “Setelah lulus mereka dibekali kemampuan yang berkompeten. Sebab, materi pendidikannya disusun 30 persen teori dan 70 persen praktek,” pungkasnya.[lana/DM]


Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar