Pertumbuhan Ekonomi Jatim Lebih Tinggi 5,32 Persen Dari Skala Nasional

[caption id="attachment_16002" align="aligncenter" width="678"] Jajaran Pemprov Jatim, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana bersama , Anggota Komisi XI DPR RI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur serta para pelaku industri jasa keuangan di Jawa Timur pada Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Tahun 2020 dan Serah Terima Jabatan Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur di Ballroom Hotel Sheraton Surabaya[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali gelar acara Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Tahun 2020 dan Serah Terima Jabatan Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur. Dalam acara tersebut, membahas pertumbuhan ekonomi Jatim pada kuartal III 2019 yang mencapai 5,32%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana menyatakan bahwa di tengah penurunan pertumbuhan ekonomi global di sepanjang tahun 2019, secara umum stabilitas makroekonomi Indonesia masih tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi nasional masih tercatat 5,02% di kuartal III 2019.

"Kami berharap pada akhir tahun 2020 nanti angkanya masih di atas 5%," ungkap Heru, saat memberikan pemaparan di Ballroom Hotel Sheraton Surabaya, Rabu (29/1/2020).

Heru mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Jatim di kuartal III 2019 adalah sebesar 5,32%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ini ia klaim tidak terlepas dari peran pembiayaan oleh industri jasa keuangan di Jawa Timur. Ia menambahkan, pertumbuhan kredit perbankan sampai dengan posisi November 2019 tumbuh 3,9%.

"Total jumlah emiten di Jatim, yang melaksanakan penghimpunan dana di pasar modal meningkat menjadi 37 emiten. Pun total dana terhimpun dari 3 emiten yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 2019 mencapai Rp 136,8 miliar," ujarnya.

Tidak hanya itu, jumlah investor saham di daerah Jawa Timur pulabmeningkat signifikan sebesar 34,3%, sedangkan jumlah investor reksadana meningkat sebesar 93,7% dari tahun lalu, yang utamanya merupakan investor retail.

"OJK telah memberikan kebijakan strategis sektor jasa keuangan untuk lima tahun ke depan, yang tertuang dalam Master Plan Sektor Jasa Keuangan tahun 2020-2024. Ada 5 kebijakan strategis untuk diimplementasikan di tahun 2020," kata Heru.

Kendati demikian, lima kebijakan itu adalah peningkatan skala ekonomi industri keuangan, mempersempit regulatory dan supervisory gap antar sektor jasa keuangan, transformasi digital sektor jasa keuangan.

"Selanjutnya, kebijakan mempercepat penyediaan akses keuangan serta mendorong penguatan penerapan market conduct dan perlindungan konsumen dan pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah," tutup Heru.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar