Perekonomian Banyuwangi Tumbuh Paling Tinggi Dibanding Daerah Eks Karesidenan Lainnya

[caption id="attachment_16013" align="aligncenter" width="700"] Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember menggelar Forum Koordinasi Pimpinan Perbankan di Banyuwangi[/caption]

BANYUWANGI-SUREPLUS: Ditengah maraknya isu perekonomian nasional yang melemah, tentu saja tidak berlaku pada ekonomi daerah Jawa Timur khususnya daerah Banyuwangi. Bank Indonesia (BI) sendiri menyebutkan, jika perekonomian Kabupaten Banyuwangi pada 2019 diyakini tumbuh sebesar 5,86 persen.

Angka itu tercatat tumbuh paling tinggi dibandingkan daerah lain di wilayah Eks Karesidenan Besuki dan Lumajang atau yang biasa disebut wilayah Sekar Kijang yang meliputi Situbondo, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, dan Lumajang. Daerah-daerah tersebut berada di wilayah timur Pulau Jawa.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jember, Hestu Wibowo, mengatakan, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tahun 2019 memang diperkirakan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 5,86 persen dibanding 5,84 persen pada 2018.

“Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi ini paling bagus dibandingkan kabupaten-kabupaten lain di wilayah ini. Inflasi Banyuwangi juga terkendali di level 2,32 persen pada 2019,” ujar Hestu, Selasa (28/1/2020).

Sementara itu, Hestu menjelaskan kalau dari sisi permintaan, peningkatan pertumbuhan Banyuwangi tersebut ditopang oleh terjaganya konsumsi masyarakat. Sementara dari sisi penawaran, lanjut Hestu, kinerja sektor utama yang meliputi sektor pertanian, perdagangan, dan industri, turut mengalami peningkatan di tengah terjaganya konsumsi.

“Hal ini dapat dilihat dari data pertumbuhan penyaluran kredit kepada tiga sektor tersebut di Banyuwangi. Misalnya, penyaluran kredit kepada sektor pertanian yang tumbuh 20,96 persen, kredit sektor perdagangan tumbuh 5,77 persen, juga kredit sektor industri pengolahan yang tumbuh 4,90 persen,” kata Hestu.

Hestu menambahkan, kinerja investasi turut mendorong pertumbuhan ekonomi Banyuwangi. Misalnya, realisasi investasi proyek infrastruktur pemerintah. Selain itu, investasi swasta seperti pembangunan pabrik kereta PT. INKA, Marina Pantai Boom, dan hotel-hotel berbintang.

“Meningkatnya investasi yang masuk ke Banyuwangi tersebut turut memicu pertumbuhan ekonomi daerah ini. Pastinya ini tak lepas dari kondusivitas daerah yang didukung dengan kemudahan perizinan. Pada 2020, perekonomian Banyuwangi diprediksi masih akan tumbuh stabil,” ujar Hestu.[rls/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar