Pemkot Surabaya Minimalisir Kemungkinan Banjir Tanggapi Intensitas Hujan Tinggi

[caption id="attachment_15733" align="aligncenter" width="642"] Pengerukan sungai dan selokan yang dilakukan di beberapa kawasan Kota Surabaya.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merutinkan pengerukan dan pembersihan saluran air di berbagai kawasan. Kegiatan ini dilakukan menanggapi intensitas hujan yang meningkat setiap harinya di Surabaya.

"Berdasarkan pantauan kami di beberapa lokasi, terdapat saluran air yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Kondisi ini rentan menyebabkan genangan, terutama saat memasuki musim hujan seperti saat ini, karena kapasitas saluran tak mampu menampung aliran air," ungkap Kepala Bidang Pematusan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi di Surabaya, Senin (6/1/2020).

Syamsul mengungkapkan, volume sedimen berupa tanah maupun sampah yang terkumpul mencapai 45 ribu dump truk. Satu dump truk, berisi 6 meter kubik, sehingga volume kerukan sekitar 270 ribu meter kubik.

“Kalau full, satu dump truck berisi 7-8 meter kubik. Kenapa diisi 6 meter meter kubik, jaga-jaga kalau diisi penuh bisa membahayakan, sebab bisa tumpah di jalan. Untuk itu, ada jarak setengah meter lebih,” ujarnya.

Menurutnya, sedimentasi saluran dikarenakan kondisi topografi Kota Surabaya yang datar. Hal ini, berimbas pada saluran air yang sebelumnya tingginya dua meter, akibat sedimentasi menjadi satu meter.

"Kapasitas yang harusnya terisi air, terisi sedimen lumpur maupun campuran sampah dan sebagainya. Dengan kegiatan pengerukan saluran, ketika hujan, jika sebelumnya berisi sedimen, kembali terisi air,” kata Syamsul.

Dalam melaksanakan kegiatan pengerukan saluran, DPUBMP selalu menerjunkan kurang lebih 1.400 satgas, yang terbagi dalam lima rayon, masing-masing Surabaya Barat, Timur, utara, Selatan dan Pusat. Dari jumlah satgas tersebut, sebanyak 370 orang bertugas sebagai operator alat berat, driver dan operator pompa.

Kendati demikian, ia menjelaskan, pengerukan saluran menggunakan peralatan mulai dari alat berat berupa eskavator serta dump truck. Dinas PU Bina Marga dan Pematusan memiliki 63 eskavator dan 80 unit angkutan dump truk.

"Hasil kerukan akan dibuang ke tanah BTKD (Bekas Tanah Kas Desa), kalau mau digunakan untuk pembangunan lapangan. Agar biayanya tak terlalu tinggi, makanya kita uruk dengan sedimen, atasnya baru finishing dengan sirtu,” tutup Syamsul.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar