Pasca Terbongkarnya Investasi Bodong, Polda Jatim Buka Posko Pengaduan

[caption id="attachment_15750" align="aligncenter" width="1152"] Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan saat jumpa pers kasus investasi bodong dengan omzet yang hampir mencapai 750 miliar rupiah.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Kepolisian Daerah Jawa Timur membuka posko pengaduan korban investasi bodong, yang berkedok jasa pemasangan iklan beromzet Rp 750 miliar yang dilakukan PT Kam and Kam. Posko ini dibuka dengan durasi 24 jam secara offline maupun online, pasca terbongkarnya investasi bodong di Surabaya.

"Untuk para member yang mengalami kerugian tidak perlu takut untuk melaporkan karena itu hak mereka untuk mendapatkan kembali dana yang telah dikeluarkan," ungkap Direktur Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Gidion Arif Setyawan, Selasa (7/1/2019).

Seperti yang diketahui, Ditreskrimsus Polda Jawa Timur membongkar praktik investasi bodong beromzet Rp 750 miliar dengan jumlah korban yang mencapai 264 ribu orang. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka yaitu KTM dan FS. Hingga saat ini, Gidion mengatakan sudah ada beberapa korban yang melapor ke Polda Jawa Timur.

"Ada yang sifatnya konsultasi ya karena memang harus ada form yang harus diisi untuk meyakinkan bahwa yang bersangkutan anggota yang pernah top up," tutur Gidion.

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan, dalam konferensi pers mengatakan investasi ilegal itu dijalankan tersangka menggunakan bendera PT Kam and Kam yang berdiri delapan bulan lalu. Perusahaan ini berdiri tanpa izin dari pihak-pihak terkait.

"Perusahaan itu bergerak di bidang jasa pemasangan iklan yang dengan sistem penjualan langsung melalui jaringan keanggotaan, dengan cara bergabung di aplikasi memiles," ujarnya.

Calon member yang ingin memasang iklan harus top up dengan mentransfer uang ke rekening PT Kam and Kam dengan nominal Rp 50 ribu-200 juta. Disamping itu, anggota yang bisa mendapatkan iklan atau member baru juga akan mendapat banyak keuntungan.

"Kami juga enyita barang bukti uang tunai dari tersangka sebesar Rp 50 miliar, 18 unit mobil, dua unit sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya," kata Luki.

Di tempat yang sama, Kabidhumas Polda Jawa Timur Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, menghimbau untuk korban yang hendak melapor agar membawa bukti-bukti lengkap yang menunjukkan mereka benar-benar korban investasi bodong itu.

"Nanti pengaduan akan diterima dalam bentuk metrik real yang ditulis korban."  Tutup Trunoyudo.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar