NTN Jatim Desember 2019 Kemarin Alami Penurunan 0,77 Persen

SURABAYA-SUREPLUS: Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur pada Desember 2019 turun sebesar 0,76 persen, dari 125,84 di bulan November menjadi 124,89 di bulan Desember 2019. Penurunan ini, lantaran indeks harga yang diterima nelayan tidak mengalami kenaikan (tetap), sedangkan harga yang dibayar nelayan naik sebesar 0,77 persen.

"Indeks harga yang diterima nelayan pada bulan Desember 2019 dibanding bulan November 2019 naik sebesar 0,004 persen dari 174,42 menjadi 174,43," ungkap Satriyo Wibowo, Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, saat sesi wawancara di Gedung BPS, Jumat (17/1/2020).

Satriyo mengungkapkan, sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah Ikan Tenggiri, Udang, Ikan Cakalang, Rajungan, Ikan Manyung, Kepiting Laut, Ikan Belanak, Ikan Kembung, Ikan Layur, dan Ikan Layang.

Sedangkan, komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah Ikan Kuniran, Ikan Tongkol, Ikan Bawal, Ikan Peperek, Ikan Teri, Ikan Pari, Ikan Ekor Kuning, Ikan Gabus, Ikan Tuna, dan Ikan Gerot – Gerot.

"Untuk Indeks harga yang dibayar nelayan pada bulan Desember 2019 dibanding bulan November 2019 naik sebesar 0,77 persen dari 138,60 menjadi 139,66," ujarnya.

Ia menjelaskan, kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya Indeks Konsumsi Rumah Tangga sebesar 1,29 persen, dan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,04 persen.

Kendati demikian, sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah Tomat Sayur, Bawang Merah, Telur Ayam Ras, Jeruk, Beras, Bawang Putih, Rokok Kretek, Rokok Kretek Filter, Upah Angkut ke TPI, dan Ikan Mujair.

"Juga sepuluh komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah Umpan, Cabai Rawit, Ikan Cakalang, Ikan Lemuru, Salak, Ikan Tongkol, Cabai Merah, Sawi, Petai, dan Daging Ayam Ras," tutup Satriyo.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar