Natuna, Kepulauan Kaya Tapi Penduduknya Miskin

[caption id="attachment_15818" align="aligncenter" width="850"] dalam lima tahun penduduk miskin Natuna cenderung bertambah. Grafis by databoks.katadata.co.id[/caption]

Entah nasionalisme macam apa yang dimiliki penguasa negeri ini. Di satu sisi ketika teritori republik ini diganggu, sikap bela negara mereka muncul. Namun di sisi lain, kecintaan akan tanah air itu tidak pernah seiring jalan dengan kesejahteraan rakyat. Faktanya, penghuni kepulauan ini masih banyak yang miskin, bahkan semakin miskin.

Begitupun yang terjadi di Natuna. Wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah dengan cadangan gas yang diprediksi lebih dari 222 Trillion Cubic Feet (TCT), dengan potensi sumber daya perikanan laut yang ditaksir lebih dari 1 juta ton pertahun, serta keindahan pantai-pantainya yang kalah dengan Bali, Lombok, Raja Ampat, Bunaken, Banda, Wakatobi, atau Derawan ini, ternyata penduduknya miskin belaka.

Sebagaimana ditunjukkan oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau memang fluktuatif sifanya namun cenderung meningkat. Angka tertinggi terjadi pada 2018 dengan jumlah penduduk miskin sebesar 3,6 ribu dari sekitar 77 ribu jiwa. Peningkatan itu terjadi sejak tahun 2015. Pada tahun itu jumlah penduduk miskin sebesar 3,2 ribu orang. Kemudian bertambah menjadi 3,3 ribu jiwa pada 2016 dan 3,5 ribu jiwa pada 2017.

Sepertinya, nasionalisme yang dianut penguasa ini hanya sekadar urusan mempertahankan kedaulatan negara, bukan nasionalime yang menciptakan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyatnya. (FF)

Posting Komentar

0 Komentar