Kebangkitan 'Epic' Saptuari Sugiharto Pasca Bencana Gempa






[caption id="attachment_15897" align="aligncenter" width="506"] Saptuari Sugiharto, pengusaha "Kedai Digital" yang mampu sukses pasca bencana alam gempa.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Menjadi korban bencana gempa bumi bukanlah hal yang bisa diekspektasi manusia. Seperti halnya yang terjadi pada diri Saptuari Sugiharto, pria asli Yogyakarta yang berhasil bangkit dengan 'epik' di meskipun sempat putus asa usai menjadi korban bencana gempa bumi di Yogyakarta pada 2006 lalu.

Pasca bencana gempa bumi, ia kembali menata hidup melalui usahanya Kedai Digital Saptuari. Bisnis tersebut bergerak dalam bidang cetak mug, pin, jam dinding ataupun t-shirt, yang terbukti menuai untung menggiurkan.

"Saya juga dulunya adalah karyawan biasa. Sebelum membuat Kedai Digital, saya ada hampir 9 kali gonta-ganti pekerjaan sebagai karyawan," ungkap Saptuari, saat berada di Yogyakarta.

Saptuari mengungkapkan, pekerjaannya dulu mulai dari menjadi penjaga koperasi, penjual ayam kampung, penjual batik, penjual stiker, marketing radio, perusahaan operator seluler sampai karyawan di perusahaan Informasi Teknologi (IT). Seringkali berganti pekerjaan, membuatnya sadar jika memang tidak cocok bekerja kantoran.

Kemudian dimulailah perjalanan bisnisnya, dengan menjajaki usaha digital printing pada 2004. Inspirasinya muncul saat masih bekerja sebagai EO sebuah event. Dirinya seringkali melihat beberapa penonton rusuh karena berebut merchandise. Ia menyadari sebenarnya merchandise itu yang banyak dicari para fans.

"Pada tahun 2004, saya bersama 2 karyawan membuat bilik kecil untuk membangun Kedai Digital. Kala itu, karyawannya adalah 1 designer dan satu petugas front office," ujarnya.

Ia menceritakan, saat Pertama buka Saptuari harus mengalami jatuh bangun, bahkan tidak jarang dia merugi. Puncaknya adalah saat usahanya berjalan 2 tahun, bencana gempa bumi melanda Yogyakarta. Kantor dan hampir seluruh peralatan cetaknya rusak total.

Sebuah Mug Pembangkit

Di rasa putus asa dan pasrahnya, Saptuari tetap memacu diri untuk tetap berjuang membangun kembali brandnya. Jika sejak awal hanya membuat produknya secara manual, dia mengubahnya dengan slogan ‘Bikin mug semau kamu atau bikin merchandise semau kamu’.

Ini yang menjadi titik balik Saptuari, banyak muda-mudi dari Yogyakarta yang memesan mug maupun kaos di Kedai Digital. Dan akhirnya pada 2007, Saptuari memenangkan Wirausaha Muda Mandiri pada tahun 2007.

"Puji syukur masyarakat semakin mengenal brand Kedai Digital. Produk-produk dari Kedai Digital pun banyak yang laku karena kami tidak sembarangan dalam prosesnya," kata Saptuari.

Bahkan Saptuari pernah membuat keramik yang dipakai jam dinding. Pada waktu itu masih belum ada keramik yang dipakai untuk jam dinding. Siapa sangka, kini Kedai Digital Saptuari sekarang sudah mempunyai cabang di 36 kota di Indonesia dengan 60 cabang.

"Pada awal Kedai berdiri, saya hampir membuat desain pesanan sendiri bersama karyawan saya. Tawaran pesanan pribadi kemudian mulai berdatangan, dan dar sanalah Kedai Digital berusaha membuat desain yang seunik mungkin," ucapnya

Kendati demikian, tidak hanya Kedai Digital Saptuari juga membuat Kedai Cutting. Kedai Cutting ini adalah percetakan khusus kaos, juga menerima hanya satu kaos saja.

"Karyawan saya sekarang ada 110 orang, ini hampir semuanya adalah anak muda. Saya menganggap anak muda pasti punya kreatifitas yang cukup tinggi. Dan pada tahun 2007, saya membuka  waralaba untuk membuka cabang di kota-kota lain," tutup Saptuari.[DEWID/DM]


Editor: Dony Maulana



Posting Komentar

0 Komentar