HIPMI Tingkatkan SDM untuk Hadapi Bonus Demografi



[caption id="attachment_15891" align="aligncenter" width="798"] pelantikan kepengurusan BPP HIPMI. FOTO: Istimewa[/caption]

JAKARTA-SUREPLUS: Momen indah dengan bonus demografi Indonesia yang diproyeksikan akan terjadi pada tahun 2030-2040 seperti pedang bermata dua. Jika Indonesia tidak siap, dapat berpotensi menjadi bencana.





Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Masa Bakti 2019-2022, Mardani H Maming, dalam pelantikan kepengurusan BPP HIPMI yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Rabu (15/1/2020), di Hotel Raffles.


Bonus demografi ini, kata Mardani, dapat berpotensi menjadi bencana demografi, kalau kita tidak siap. Sebagai contoh, pada SEA Games cabang sepakbola tahun 2019 lalu, Vietnam yang penduduknya sekitar 90 juta mampu mengalahkan tim nasional Indonesia yang penduduknya tiga kali lipat dengan skor 3-0.


”Hal tersebut bisa jadi menandakan SDM Vietnam lebih siap dibandingkan dengan kita,” ujar Mardani.


Untuk itu, HIPMI menggagas beberapa program untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia khususnya pada generasi muda. HIPMI tidak akan memberikan sekedar teori. Mardani menekankan HIPMI akan memberikan kesempatan pada generasi muda untuk praktek langsung mengelola bisnis.


"Program HIPMI Coffee Entrepreneur dengan HIPMI Perguruan Tinggi menjadi salah satu cara bagaimana HIPMI turut berupaya meningkatkan kualitas SDM generasi muda. Program ini merupakan hasil kerjasama BPP HIPMI dengan produsen kopi yang langsung menjadi mentor di bidang itu. Kita pupuk mulai dari bangku kuliah,” lanjutnya.


Selain HIPMI Coffee Entrepreneur, CEO dari Holding Company bernama PT. Maming 69 dan PT. Batulicin 69 yang saat ini membawahi sebanyak 55 entitas anak perusahaan ini menambahkan bahwa HIPMI juga akan terus menggencarkan program HIPMI Goes to Campus, HIPMI Goes to School, HIPMI Santripreneur serta membuka akses permodalan dan pembinaan bagi seluruh anggota HIPMI. Mardani juga berharap dunia usaha dapat lebih bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah.


"Program-program tersebut kami gagas dengan tujuan untuk membangun semangat dan jiwa entrepreneurship dalam diri generasi muda kita. Saya berharap SDM para pengusaha muda Indonesia kelak dapat berkembang menjadi pengusaha yang handal, professional dan memiliki daya saing. Di dunia usaha harus terus sinergi dengan pemerintah daerah. Dengan begitu, akan lahir banyak pengusaha muda hebat dari daerah, munculnya peluang investasi, terbuka lapangan kerja baru, sehingga ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia semakin meningkat,” tambahnya.


Dalam pelantikan kepengurusan BPP HIPMI, selain dihadiri Presiden Joko Widodo turut hadir para Menteri Kabinet Indonesia Maju, ASEAN Young Entrepreneur Council Head of Delegation, jajaran Mantan Ketua Umum BPP HIPMI, dan lebih dari 1000 pengusaha dari 34 provinsi Badan Pengurus Daerah HIPMI dan juga perwakilan Badan Pengurus Cabang HIPMI seluruh Indonesia.[lana/DM]


Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar