Harga Cabai Pasar Tradisional Surabaya Merangkak Naik

[caption id="attachment_15965" align="aligncenter" width="669"] Cabai di beberapa pasar tradisional Surabaya yang harganya merangkak naik hingga senilai Rp 70-80 ribu.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional di Surabaya naik semenjak awal tahun baru 2020. Seperti yang terjadi di Pasar Kembang Surabaya, harga cabai rawit kini mencapi angka Rp 68 hingga Rp 70 ribu per kilogramnya.

“Kalau dihitung harinya, sudah dari awal tahun naiknya. Tapi kenaikannya tidak langsung tinggi, jadi perlahan lahan gitu,” ungkap Anggara, pemilik.salah satu kios di Pasar Kembang, saat diwawancarai reporter Sureplus.id, Sabtu (25/1/2020).

Anggara mengungkapkan, sebelumnya harga cabai rawit dimulai dari angka Rp 25-28 ribu per kilogramnya. Kemudian harga kembali mengalami kenaikan di angka Rp 35 ribu per kilogramnya.

Menurutnya, hingga kini harga cabai telah ada pada Rp 68-70 ribu per kilogramnya, dengan stok cabai yang mulai langka. Sedangkan, untuk harga cabai merah besar dipasang dengan harga Rp 56-60 ribu per kilogramnya.

"Pada naik harga, soalnya lagi musim hujan. Petaninya juga kena dampak dari tingginya curah hujan," ujarnya.

Selain Anggara, Budi Setiawan yang merupakan pedagang di pasar Wonokromo juga mengatakan hal yang serupa. Ia menjelaskan, naiknya harga cabai ini juga berdampak pada para pembeli yang menurun hingga 50 persen.

“Turun minat beli masyarakat, yang biasanya membeli 2 kilogram sekarang hanya 1 kilogram,” kata Budi.

Kendati demikian, untuk meminimalisir turunnya daya beli para pedagang mulai menawarkan cabai rawit dan cabai merah besar dalam bentuk yang sudah dikeringkan. Budi menuturkan, cabai kering dijual dengan harga Rp 90 per kilogramnya.

“Sekarang cabai kering sudah banyak peminatnya, karena satu per empat kilogram cabai segar setara satu kilogram cabai kering,” tutup Budi.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar