Hadiah Akhir Tahun 2019 Jatim Alami Inflasi 0,53 Persen



[caption id="attachment_11059" align="aligncenter" width="800"] Ilustrasi - Jawa Timur kembali mengalami inflasi sebesar 0,53 persen di penghujung tahun 2019.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Jawa Timur kembali mengalami inflasi sebesar 0,53 persen di penghujung tahun 2019, yaitu dari 135,93 pada bulan November 2019 menjadi 136,65 pada bulan Desember 2019. Inflasi yang terjadi pada Desember termasuk lebih rendah dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2018 lalu yang mencapai 0,60 persen.




“Desember 2019, dari tujuh kelompok pengeluaran, enam diantaranya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi adalah kelompok Bahan Makanan sebesar 1,57 persen, diikuti kelompok Transport, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,50 persen,” ungkap Satriyo Wibowo, Kepala Bidang Statisti Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, saat jumpa pers di Kantor BPS Jatim, Jumat (3/1/2019).


Satriyo mengungkapkan, selain itu ada juga kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau sebesar 0,40    persen, kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar sebesar 0,27 persen, kelompok Kesehatan sebesar 0,08 persen, dan kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga sebesar 0,01 persen.


Menurutnya, terdapat tiga komoditas utama penyumbang inflasi di bulan Desember 2019 ialah telur ayam ras, bawang merah, dan tarif kereta api. Harga telur ayam ras dan bawang merah pada bulan Desember mengalami kenaikan dikarenakan adanya kenaikan permintaan menjelang hari raya natal dan tahun baru.


“Bahkan kenaikan bawang merah dimulai sejak bulan November sehingga bawang merah masih menjadi komoditas utama penyebab inflasi seperti pada bulan sebelumnya,” ujarnya.


Tidak hanya itu, tarif kereta api juga turut mengalami kenaikan yang disebabkan masa sibuk (peak season) pada bulan Desember yang bersamaan dengan hari libur sekolah serta perayaan natal dan tahun baru.


Namun, selain komoditas penyumbang inflasi, ada juga komoditas yang menjadi penghambat terjadinya inflasi di bulan Desember 2019. Tiga komoditas utama yang menghambat terjadinya inflasi di bulan Desember 2019 ialah daging ayam ras, emas perhiasan, dan buah pir.


“Beda dengan komoditas telur ayam ras yang mengalami kenaikan, harga daging ayam ras justru mengalami penurunan sehingga menjadi komoditas utama penghambat inflasi,” kata Satriyo.


Kendati demikian, penurunan harga ini dipengaruhi oleh cukupnya stok di pasaran. Sementara itu harga emas perhiasan juga terus mengalami penurunan, setelah pada bulan sebelumnya juga menjadi komoditas utama penghambat inflasi.


“Inflasi tertinggi terjadi di Surabaya yaitu mencapai 0,60 persen, diikuti Jember sebesar 0,54 persen, Malang sebesar 0,50 persen, Kediri sebesar 0,47 persen, Sumenep sebesar 0,38 persen, Madiun sebesar 0,33 persen, Banyuwangi sebesar 0,29 persen, dan Probolinggo sebesar 0,28 persen,” tutup Satriyo.[DEWID/DM]


Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar