DPRD Surabaya Pertanyakan Jumlah Hotel dan Mall di Surabaya

[caption id="attachment_15764" align="aligncenter" width="800"] Ketua Panitia Khusus (Pansus) Retribusi Aset Kekayaan Daerah DPRD Kota Surabaya, Mahfudz yang mempertanyakan keberadaan mal dan hotel di lahan milik Pemkot.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Data yang menyangkut soal jumlah keberadaan mall maupun hotel di Surabaya saat ini tengah dipertanyakan jajaran DPRD Surabaya kepada Pemerintah Kota (Pemkot). Khususnya, bangunan mal dan hotel terkait itu menempati lahan milik Pemkot. Ketua Panitia Khusus (Pansus) Retribusi Aset Kekayaan Daerah DPRD Kota Surabaya Mahfudz mengatakan, pendataan saat ini menjadi perhatian utamanya.

“Di hearing ketiga dengan Pemkot Surabaya, Pansus Retribusi Aset Kekayaan Daerah meminta data-data jumlah mall maupun hotel yang berdiri di lahan Pemkot Surabaya,” ungkap Mahfudz, di gedung DPRD Surabaya, Rabu (8/1/2020).

Mahfudz mengungkapkan, pendataan ini sangat dibutuhkan untuk mengetahui seberapa besar potensi pendapatan retribusi dari mall, hotel, dan apartemen yang berdiri di lahan Pemkot. Pansus akan terlebih dahulu melihat rentang waktu perjanjian kontrak dengan Pemkot.

“Kontrak juga apa berlaku di Perda sebelum di revisi, dan bagaimana kepatuhan mereka (pihak mall, hotel, dan apartemen) dalam membayar retribusi ke Pemkot Surabaya. Itu yang kita harus cari tahu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, karena data yang diberikan Dinas Tanah dan Bangunan Kota Surabaya soal jumlah mall, hotel, dan apartemen dinilai masih belum lengkap. Hingga pembahasan soal retribusi ini kita tunda Rabu tanggal 08 Januari 2020.

Kendati demikian, Komisi B DPRD Kota Surabaya ini pun juga mengatakan jika Pansus tidak akan bisa mengontrol soal hasil pendapatan retribusi dari aset kekayaan daerah Kota Surabaya apabila Pemkot Surabaya tidak lengkap memberikan data-data berapa jumlah mall, hotel, dan restoran.

“Bagaimana Pansus bisa mengontrol jika Pemkot Surabaya belum memberikan data-data lengkap, padahal kami di dewan sebagai lembaga kontroling dari kinerja eksekutif,” tutup Mahfudz.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar