DPRD Surabaya Gelar Hearing Bahas Hasil Sidak Fasum YKP Rungkut

[caption id="attachment_15941" align="aligncenter" width="1000"] Suasana hearing Komisi A DPRD Surabaya mengenai peralihan hak Fasum YKP di Kawasan Rungkut, Surabaya[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Setelah melaksanakan sidak di lokasi Fasilitas Umum (Fasum) Yayasan Kas Pembangunan (YKP) perumahan Rungkut Asri Timur, kelurahan Rungkut Kidul RW 10 Surabaya pada sabtu, DPRD Kota Surabaya menggelar hearing dengan mengundang pihak YKP untuk memperjelas ada tidaknya bukti peralihan hak.

“Ternyata ibu yayuk menyampaikan bahwa memang itu dijual oleh YKP pada PT MBB di tahun 2000 an," ungkap Arif Fathoni, Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Kamis (23/01/2020).

Arif juga menanyakan, apakah hal tersebut tercatat dalam pembukuan di YKP atau tidak. Kemudian telah menemukan jawaban, bahwa memang tercatat namun uangnya sudah terlanjur masuk dengan kebutuhan yang lain.

Ia menjelaskan, menurut hukum pengalihan hak tersebut sudah sah, lantaran telah dialihkan ke pihak lain. Dengan demikian, komisi A mendorong warga untuk mengajukan gugatan pembatalan

“Karena seharusnya warga merasa berhak atas lahan fasum itu,” ujarnya.

Kedua, pihaknya juga meminta agar lahan fasum yang diserah terimakan oleh pemkot, yang dulunya sempat disewa taksi metro itu agar pengelolaannya segera diberikan kepada warga. Hal tersebut, lantaran masih ada sekitar 3000 meter persegi dan warga membutuhkan gedung serba guna, tempat olah raga dan lain sebagainya.

“Minimal ada obat untuk penganti kekecewaan meskipun perjuangan untuk mengembalikan tanah yang harus yang menjadi fasum itu tetap dilakukan,” kata Arif.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanah yang juga Ketua YKP Yayuk memberikan data pada saat hearing kepada Komisi A. Ia mengatakan, data di YKP sudah disesuaikan dengan yang ada di Cipta Karya.

Kendati demikian, ia berdalih semisalkan warga berpendapat bahwa dulu pada saat beliau (warga) membeli itu adalah fasum dan juga punya data silakan disampaikan. “Monggo data itu bisa disampaikan ya,” tutup Arif.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar