Desember 2019, Jawa Timur Berhasil Tekan Angka Impor Hingga 5 Persen Lebih

SURABAYA-SUREPLUS: Impor Jawa Timur pada bulan Desember 2019 berhasil ditekan hingga menunjukkan angka sebesar 5,05 persen. Bila melihat bulan November, yakni 2,16 miliar dolar AS menjadi 2,05 miliar dolar AS.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Badan Pusat Statistik Jawa Timur, yang mengklaim penurunan impor Desember berkat kinerja impor sektor nonmigas. Nilai impor nonmigas turun sebesar 8,60 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dari 1,74 miliar menjadi 1,59 miliar dolar AS.

"Impor nonmigas juga menyumbang 77,78 persen total impor Desember 2019 ke Jawa Timur," ungkap Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jawa Timur, Satriyo Wibowo saat dikonfirmasi reporter Sureplus.id di Gedung BPS, Senin (27/1/2020).

Satriyo mengungkapkan, pada peringkat pertama, diduduki oleh golongan buah-buahan merupakan komoditas utama impor Jawa Timur. Golongan ini berkontribusi sebesar 166,55 juta dolar AS, atau naik sebesar 27,90 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai 130,21 juta dolar AS.

Sedangkan pada kelompok barang peringkat kedua adalah golongan Mesin-mesin Pesawat/Mekanik, yang menyumbang nilai impor sebesar 10,38 persen atau 165,17 juta dolar AS. Berikutnya pada peringkat ketiga, barang masuk ke Jawa Timur adalah Besi dan Baja yang menyumbang nilai impor sebesar USD 145,95 juta atau mencapai 9,17 persen.

"Bila dilihat dari negara asal barang impor, Tiongkok tercatat merupakan negara asal barang yang masuk Jawa Timur selama Desember 2019, baik diantara negara-negara Asia maupun dunia dengan peranan sebesar 37,43 persen. Dua negara lain, yakni Thailand dan Amerika Serikat yang memberikan kontribusi pada pasar impor secara berurutan sebesar 6,35 persen dan 5,56 persen," ujarnya.

Nilai impor dari Tiongkok bulan Desember 2019 sebesar USD 595,85 juta, diikuti impor dari Thailand sebesar USD 101,02 juta serta impor dari Amerika Serikat sebesar USD 88,46 juta.

"Kalau impor nonmigas yang berasal dari kelompok negara Uni Eropa bulan Desember sebesar 124,61 juta dolar AS atau turun sebesar 0,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai impor terbesar dari kawasan ini berasal dari Jerman sebesar 34,13 juta dolar AS atau berperan sebesar 2,14 persen. Diikuti dari Italia sebesar USD 19,99 juta atau berkontribusi sebesar 1,26 persen," kata Satriyo.

Kendati demikian, apabila melihat perhitungan secara kumulatif, selama Januari-Desember 2019, impor nonmigas dari kelompok negara ASEAN sebesar 2.907,68 juta dolar AS dan negara utamanya berasal dari Thailand sebesar 983,09 juta dolar AS, atau dengan peranan sebesar 5,19 persen.

"Impor dari kawasan Uni Eropa sebesar 1.606, 87 juta dolar AS, terutama berasal dari Jerman sebesar 503,61 juta dolar AS, dengan kontribusi sebesar 2,66 persen," tutup Satriyo.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar