BEI Mulai Lebarkan Sayap dengan Membangun Gedung Baru di Surabaya






[caption id="attachment_15772" align="aligncenter" width="600"] Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi bersama anggota DPR RI Komisi XI Indah Kumia dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR4 Jatim Heru Cahyono pada seremonial peresmian peletakan batu pertama pembangunan gedung baru kantor perwakilan BEI Jatim di Surabaya.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai melebarkan sayap dengan membangun gedung baru, yang akan difungsikan sebagai kantor perwakilan (KP) BEI untuk Jawa Timur. Gedung yang memiliki lima lantai di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya ini ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

"Kami berharap, gedung ini dapat memperluas dan menambah jumlah investor lokal serta emiten baru di Jatim dan Indonesia timur," ungkap Inarno Djajadi, Direktur Utama BEI saat peletakan batu pertama gedung baru KP BEI, Rabu (8/1/2020).

Inarno mengungkapkan, potensi pengembangan pasar saham di Jawa Timur cukup besar, lebih tepatnya menduduki posisi kedua setelah Jakarta. Dalam perkembangannya, potensi yang dimiliki oleh Jatim itu tidak terbatas di wilayah Jatim saja, tetapi juga melebar hingga Bali, Nusa Tenggara dan Papua.

“Potensi pasar saham di Jatim ini harus diapresiasi dan kehadiran gedung perwakilan di Jatim ini adalah bagian dari komitmen BEI akan potensi pasar saham yang luar biasa di Jatim itu," ujarnya.

Menurutnya, potensi pasar saham di Jatim dapat diamati dari jumlah anggota bursa (AB), investor, emiten dan galeri investasi. Saat ini di Jatim ada sebanyak 59 AB yang tersebar di beberapa kota, yakni 40 AB di Surabaya, 15 AB di Malang, dan 1 AB masing-masing di Kediri, Jember, Situbondo dan Blitar. Masih ada lagi, 36 emiten yang berlokasi di Jatim.

Sementara itu, jumlah investor di Jatim bulan November 2019 mencapai angka 137.816 Single Investor Identification (SID). Terdapat 60 Galeri Investasi BEI, yang didalamnya termasuk 6 Galeri Investasi Syariah BEI tersebar di berbagai kota di Jatim, dan turut memudahkan masyarakat mengakses informasi seputar pasar modal.

“Sejalan dengan pembangunan gedung baru, perkembangan pasar modal di Jatim akan terus tumbuh. Jumlah investor dan jumlah emiten akan terus bertambah,” kata Inarno.

Ia menjelaskan, untuk kedepannya peran gedung KP BEI di Jawa Timur ini akan lebih banyak. Tidak terbatas pada publikasi perusahaan, namun juga menarik dan mendatangkan investor. Selain itu, kehadiran gedung baru itu juga sebagai langkah untuk menjawab keinginan Presiden Joko Widodo pada saat pembukaan pasar saham 2020 di Jakarta, yang menginginkan penambahan investor lokal.

“untuk sekarang, jumlah investor lokal terus bertambah. Meski asing masih di atas 50 persen, namun lokal sudah mendekati di angka 45 persen. Bahkan untuk transaksi harian lokal telah mencapai 65 persen dan mendominasi pasar saham," tuturnya.

Kendati demikian, gedung perwakilan BEI di Jatim itu adalah gedung kelima yang dimiliki BEI dan merupakan gedung BEI pertama yang dibangun mulai dari awal. Bangunan tersebut berdiri di lahan seluas 558 meter persegi, dan rencananya pembangunannya akan memakan waktu 11 bulan. Selama proses pembangunan gedung tersebut, operasional kantor perwakilan BEI Jatim masih berada di Jl. Taman Ade Irma Suryani Nasution No. 21 Surabaya.

“Selain di Jatim, KP BEI yang berstatus milik sendiri dan bukan sewa juga ada di Jawa Barat, D.I. Yogyakarta, Sumatera Utara, dan Bali,” tutup Inarno.[DEWID/DM]



Editor: Dony Maulana


Posting Komentar

0 Komentar