Aplikasi Belajar Komunikasi Khusus Autisme Karya Dosen Surabaya

[caption id="attachment_15775" align="aligncenter" width="800"] Margaretha (dua dari kiri) beserta anggota Tim Pengembang MIKA.[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Dosen Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya membuat gebrakan baru dalam meningkatkan metode pembelajaran untuk penyandang Autisme. Margaretha namanya,  dosen Psikolog dan juga seorang terapis menciptakan suatu aplikasi yang membantu anak-anak penyandang autisme untuk belajar berkomunikasi, yaitu MIKA 1.0 (Media Visual Komunikasi Anak).

"Penyandang ASD (Autism Spectrum Disorder) di Indonesia telah mencapai jumlah 2,4 juta pada akhir tahun 2018, dengan pertambahan penyandang baru sekitar 500/tahun," ungkap Margaretha, di sela acara launching MIKA 1.0 di kampus UNAIR, Kamis (9/1/2020).

Margaretha mengungkapkan, walaupun demikianterapi autisme yang terstandarisasi di Indonesia masih belum juga ada. Itulah yang melatar belakangi dirinya membuat aplikasi ini. MIKA 1.0 sendiri merupakan terapi komunikasi autisme pertama di Indonesia yang terstandarisasi.

“Kami dari Tim Pengembang MIKA telah berproses dalam membuat aplikasi tersebut selama 2 tahun dan kami merasa bahwa sekarang merupakan waktu yang tepat untuk launching MIKA 1.0, walaupun masih belum sempurna. Tapi seiring waktu, kami akan terus meng-upgrade MIKA dengan versi yang lebih baru,” ujarnya.

Menurutnya, konsep MIKA yakni “belajar sambil bermain” dengan dibaginya menjadi 4 level. Level pertama adalah menghafalkan 100 kata. Setelah itu, berlanjut ke level 2 yaitu membangun kalimat sederhana.

Kemudian, level 3 mengajari untuk membangun kalimat yang lebih kompleks dan diakhiri dengan level 4, level yang paling sulit, yaitu membangun dialog. Semua itu dibantu dengan bantuan visual dan audio yang dapat mempermudah anak penyandang autisme dalam membangun komunikasi.

Ia berharap MIKA akan tersedia gratis untuk Indonesia dengan syarat bahwa mereka harus mau bekerja sama dalam mengembangkan MIKA.

Kendati demikian, terapis maupun orang tua yang ingin menggunakan MIKA harus paham metode TEACCH (Treatment and Education of Autistic and Related Communication Handicapped Children) dasar, agar terapi yang ditawarkan MIKA berhasil.

“Pelatihan TEACCH telah ada di tempat-tempat seperti Forum Peduli Autisme dan SLB. Bagi orang yang ingin memiliki aplikasi MIKA 1.0 dapat diberikan pada akhir sesi pelatihan, namun harus setidaknya memiliki tablet minimal ukuran 10 inci agar visual MIKA dapat terlihat dengan jelas. MIKA juga tersedia di berbagai Pusat Layanan Autis,” tutup Margarertha.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar