Antisipasi Puncak Musim Hujan, Pemkot Surabaya Rutin Normalisasi Kalimas

[caption id="attachment_15926" align="aligncenter" width="640"] Alat berat yang diterjunkan saat proses normalisasi kalimas dalam menanggulangi banjir di Surabaya[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Untuk mengantisipasi curah hujan yang makin intensif, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara rutin melakukan normalisasi pada Sungai Kalimas untuk meminimalisir banjir di Kota Surabaya.

"Normalisasi ini rutin dilakukan, paling tidak satu tahun sekali. Kapasitas sungai yang sebelumnya tinggi, karena sedimentasi jadi berkurang. Karena itulah, pengerukan ini untuk mengembalikan kapasitas saluran seperti semula," ungkap Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara di Surabaya, seperti yang tertulis di rilis, Selasa (21/1/2020).

Febria mengungkapkan, tahun ini pengerukan di Sungai Kalimas dilakukan semenjak hari Jumat lalu hingga saat ini. Kegiatan yang bertujuan menambah kapasitas sungai itu dilakukan mulai Taman Lalu Lintas hingga DAM Karet Gubeng. Panjang area sungai lokasi pengerukan diperkirakan lebih dari satu kilometer.

Menurutnya, pengerukan atau normalisasi Sungai Kalimas sebetulnya merupakan kewenangan Perum Jasa Tirta selaku pihak pengelola. Namun, pengerukan dilakukan oleh Pemkot Surabaya untuk mengantisipasi luapan air sungai dan saluran lain yang terkoneksi dengan Sungai Kalimas.

"Khawatirnya, luapan itu bisa menimbulkan dampak lain, seperti genangan atau banjir di lingkungan pemukiman masyarakat maupun tempat-tempat lainnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, luberan air sungai juga bisa terjadi lantaran kapasitasnya tak dapat menampung tingginya curah hujan, akibat adanya pendangkalan. Selama dua hari pengerukan,  hasil yang didapat sedikitnya 26 rit. Satu rit sama dengan satu dump truck atau sekitar 7 meter kubik. Sedangkan pada tahun sebelumnya, hasil pengerukan mencapai 6.570 rit.

"Biasanya tanah sedimen ini dibuang di bekas tanah kas desa untuk dibuat lapangan futsal atau lainnya. Kadang, ada juga yang dibutuhkan untuk pembuatan taman, karena tanah sedimen dinilai lebih subur," kata Febria.

Sejumlah sungai yang melintasi kawasan Kota Surabaya, kewenangan pengelolaannya berada di beberapa instansi lain, seperti halnya Sungai Kalimas yang dikelola Perum Jasa Tirta, Kali Lamong pemeliharaannya di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Begitu juga Kali Makmur Wiyung oleh BBWS Brantas, serta Kali Perbatasan berada di bawah naungan Dinas PU Pengairan Provinsi Jawa Timur. "Kalau kita mau pengerukan, kita koordinasikan dulu karena kadang mereka juga punya agenda yang sama," tutup Febria.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana

Posting Komentar

0 Komentar