Asosiasi Pengusaha MICE Desak Pemprov Jatim Gerak Cepat Gelar Event

Asosiasi Perusahaan Indonesia (ASPERAPI) DPD Jawa Timur.

SURABAYA-SUREPLUS: Asosiasi Perusahaan Penyelenggara Pameran Seluruh Indonesia (Asperapi) Jawa Timur (Jatim) rutin mendorong perkembangan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Hal ini, lantaran industri tersebut punya multiplier effect yang positif bagi perekonomian.

Ketua Asperapi Jatim Yusuf Karim Ungsi mengatakan MICE sebagai perangsang aktivitas ekonomi. MICE membuat banyak orang datang ke Jatim, khususnya Surabaya. Ini berarti, bisnis yang berkaitan dengan MICE memang diminati, terutama perhotelan.

“Yang perlu digarisbawahi, industri MICE tidak mungkin jalan sendiri. Butuh kerja sama lintas stakeholders,” ungkap Yusuf di Surabaya, Jumat (24/1/2020).

Yusuf mengungkapkan sebetulnya pasar MICE di Jatim, khususnya Surabaya sangatlah potensial. Ditambah, jumlah venue pameran dan hotel di Kota Pahlawan sangat banyak. Belum lagi dukungan fasilitas MICE yang lengkap dan transportasi yang memadai.

“Kami harap pemerintah Jatim lebih agresif lagi tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, event budaya merupakan salah satu yang selalu mendatangkan banyak orang. Selain itu, atraksi atau acara-acara yang mengangkat keunikan Surabaya akan sangat diminati. Dia lantas menyebut Bali sebagai contoh.

“Kalau mengadakan pertemuan atau pameran di sana pasti ramai. Sebab, pengunjung juga sekalian bisa menikmati pariwisata. Surabaya harus bisa begitu juga. Harus punya ciri khas yang bisa ditonjolkan,” kata Yusuf..

Demi mengembangkan MICE, tahun ini Asperapi getol menyosialisasikan sertifikasi SDM. Bagi Yusuf, sertifikasi untuk penyelenggara pameran atau event organizer (EO) sangat penting.

“Surabaya sekarang adalah satu di antara tujuh destinasi MICE di Indonesia. SDM juga harus diperkuat agar punya standar yang tidak kalah dengan daerah lain. Kami prediksikan 2020 banyak yang mengusung tema pameran business-to-business ketimbang business to consumer,” ucapnya.

Kendati demikian, agar MICE tetap menjadi daya tarik, para pelaku usaha membutuhkan semacam insentif dari pemerintah. Sebab, harga sewa gedung dan biaya penyelenggaraan event masih terbilang mahal.

“Perlu adanya bantuan dari pemerintah agar berkembang. Apalagi, industri ini sangat mampu mendatangkan wisatawan berkualitas dengan spending money yang bagus,” tutup Yusuf.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana