Utang Luar Negeri Indonesia Naik Menjadi 5.614 Triliun per November 2019

Ilustrasi utang luar negeri. Foto: shutterstock

JAKARTA-SUREPLUS: Utang Luar Negeri Indonesia (ULN) bertambah menjadi Rp 5.614 triliun per November 2019. Berdasarkan data statistik BI, utang luar negeri tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral yang mencapai US$ 201,4 miliar dan utang swasta US$ 200,1 miliar. Posisi utang tersebut tumbuh 8,3% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sebagaimana keterangan BI pada Rabu (15/1), utang pemerintah tercatat tumbuh 10,1% dibanding periode yang sama tahun lalu mencapai Rp 198,6 miliar. Posisi utang tersebut lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya US$ 199,2 miliar karena pelunasan pinjaman bilateral dan multilateral yang jatuh tempo pada periode laporan.

BI juga menjelaskan, pengelolaan ULN pemerintah masih diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif, seperti sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, konstruksi, jasa pendidikan, pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib, serta jasa keuangan dan asuransi.

Adapun ULN swasta, yang secara sektoral didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara, sektor industri pengolahan, serta sektor pertambangan dan penggalian, tercatat tumbuh 6,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 10,7%. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total utang luar negeri swasta mencapai 76,9%.

Perkembangan tersebut di antaranya dikarenakan pelunasan surat berharga domestik yang jatuh tempo cukup tinggi, meskipun pada periode yang sama terdapat penerbitan surat utang perusahaan bukan lembaga keuangan dan penarikan pinjaman oleh perbankan.

Selain memastikan struktur ULN tetap sehat sebagaimana tercermin dari rasio utang terhadap produk domestik bruto pada November 2019 yang mencapai 35,9%, membaik dibanding bulan sebelumnya, BI juga mengatakan struktur utang luar negeri Indonesia tetap didominasi oleh utang berjangka panjang dengan pangsa 88,5% dari total ULN. (FF)