Member MeMiles Datangi Polda Jatim Protes Penutupan Aplikasi

Member MeMiles, Ikhsan bersama teman-temannya datangi Polda Jatim protes penutupan MeMiles.

SURABAYA-SUREPLUS: Sebanyak puluhan member investasi bodong MeMiles datang ke Polda Jatim melakukan aksi protes terhadap penutupan aplikasi MeMiles. Seorang member MeMiles bernama Ikhsan, mengatakan pihaknya merasa dirugikan saat aplikasi MeMiles ditutup. Menurut para member, tak ada yang keliru dengan platform investasi MeMiles.

“Kalau sampai ditutup merugikan sekali. Jadi aktivitas member yang tadinya rutin sekarang jadi tersendat,” ungkap Ikhsan saat berada di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (15/1/2020).

Ikhsan mengungkapkan, aplikasi ini terbilang cukup cemerlang. Apalgi aplikasi MeMiles asli buatan anak Indonesia. Ia mengaku memang ada beberapa hal yang perlu diperbaiki pada aplikasi MeMiles.

Menurutnya, aplikasi ini adalah prestasi anak bangsa, dan sangat jarang sekali dalam setahun dapat menemukan aplikasi ini. Tak hanya itu, Ikhsan juga menyebut para member lainnya meminta pemerintah mempelajari terlebih dahulu aplikasi MeMiles sebelum menghakimi hingga menutup aplikasi tersebut.

“Tidak sering kita menemukan ada seseorang atau internet miliuner di Indonesia. Tapi kalau di Amerika, mungkin dalam seminggu sekali tetangga bapak yang tadinya kere bisa tiba-tiba banjir melintir dan itu tidak ada masalah,” ujarnya.

Selain menuntut aplikasi MeMiles dibuka kembali, puluhan orang ini juga menjenguk tersangka dugaan investasi bodong Kamal Tarachan atau Sanjay. Bagi para member, Sanjay adalah sosok yang dianggap guru.

“Kami datang ke Polda Jatim untuk menjenguk dan menunjukkan keprihatinan kepada guru kami. Kami semua merasa sangat prihatin dengan apa yang terjadi dan kami menghormati proses hukum dan biarkan berjalan apa adanya,” kata Ikhsan.

Ia berharap, pihak kepolisian bisa mengkaji lagi soal penutupan aplikasi MeMiles. Menurut Ikhsan, aplikasi tersebut harusnya dilindungi dan didukung. Dirinya berdalih, aplikasi itu punya potensial viewer yang sangat bagus.

“Siapa pun yang lihat iklan saya pasti punya uang dan KTP. Startup model begini bagus, biar tidak tergantung dengan aplikasi luar negeri. Ini ide cemerlang yang dibuang ke sampah,” tuturnya.

Hingga saat ini, sudah ada empat tersangka dalam kasus MeMiles. Keempatnya adalah Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, Suhanda sebagai manajer, Martini Luisa (ML) atau Dokter Eva sebagai motivator atau pencari member, dan Prima Hendika (PH) sebagai ahli IT.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana