Surabaya Creative Network Gandeng Industri Kreatif Untuk Berperan Aktif di Program Kota

Raker Tahunan Surabaya Creative Network (SCN) yang diadakan di Satu Atap Coworking Space.

SURABAYA-SUREPLUS: Surabaya Creative Network (SCN) menghelat Rapat Kerja Tahunan, yang berlokasi di Satu Atap Cowork Jalan Pacar Surabaya. Ketua SCN Hafshoh Mubarok mengatakan, Surabaya Creative Network yang notabene sebuah komunitas ingin berperan aktif untuk membangun dan menyelesaikan persoalan Kota Pahlawan dengan cara kreatif.

“Kami juga mengundang pelaku industri kreatif di Surabaya untuk ikut sumbangsih dan berbicara tentang program di kota Surabaya,” ungkap Hafsoh, saat sesi wawancara di Satu Atap, Senin (13/1/2020).

Hafsoh mengungkapkan, SCN mengharapkan adanya sinergi antara akademisi, bisnis, komunitas, pemerintahan dan media (ABCG+M) untuk memaksimalkan potensi agar dapat menjadikan kota Surabaya sebagai barometer bisnis dan industri kreatif.

Menurutnya, untuk merealisasikan sinergitas ABCG+M tersebut, SCN dalam waktu dekat ini akan mengadakan DIY festival pada Februari 2020, dimana pelaku industri kreatif seperti pembuat aplikasi dan game, kerajinan, sampai kuliner bisa memamerkan karyanya.

“Kami juga sedang mengupayakan penghidupkan kembali Festival Ampel di bulan April,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis dan Permodalan SCN Radityo Suryo Hartanto menyatakan, sinergitas ABCG+M dapat melahirkan suatu rekomendasi bagi pemerintah kota supaya dapat mengangkat industri kreatif.

Kepengurusan baru SCN juga diharapkan mampu membawa spirit baru komunitas dalam meningkatkan kota kreatif dengan cara mensinergitaskan penta helix. Kelima hal tersebut memiliki peran penting, karena pelaku maupun komunitas masih banyak yang terpecah.

“Saat ini, kami baru memetakan sebanyak 120 pelaku industri kreatif di Surabaya. Seperti desain, animasi dan kuliner. Karena itulah sinergitas menjadi salah satu ikhtiar membentuk ekosistem dengan memetakan 16 sub sektor industri kreatif di Surabaya,” kata Suryo Hartanto

Ia menjelaskan, lewat SCN mereka ingin menjaring dari beberapa komunitas dan pelaku bisa bertemu. Untuk permulaan, SCN akan mencari dan memetakan 16 sektor industri kreatif yang ada di Surabaya untuk bisa bergabung membentuk ekosistem yang memperlancar industrinya.

Di lain pohak, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwik Widayanti mengapresiasi rapat kerja tahunan SCN, karena dalam acara semacam ini pemerintah kota bisa bersinergi dengan komunitas kreatif.

“Tadi sudah dipaparkan soal masih banyaknya ruang yang bisa disentuh, bisa diselesaikan atau bisa diintervensi oleh komunitas ini. Nah ruang-ruang ini barangkali tidak bisa dilihat secara parsial oleh teman-teman komunitas, ketika dia menuju ke pemerintah kota dia tahu, oh ini ada ruang yang bisa dikerja barengkan,” tutur Wiwik.

Kendati demikian, Pemerintah Kota Surabaya akan membantu dan memfasilitasi pelaku industri kreatif, khususnya di bidang perijinan atau hak cipta maupun pengurusan hak paten, agar karya mereka bisa dikembangkan dan mempunyai legalitas. Dukungan ini sebagai wujud nyata sinergitas ABCG+M.

“Industri kreatif juga perlu sebuah legitimate, artinya sebuah kepastian di bidang izin dan sebagainya. Itu tidak bisa sendiri kalau dia tidak berkolaborasi dengan pemerintah,” tutup Wiwik.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana