Direktorat Bea Cukai Hentikan Impor Pulpen Merk Palsu di Surabaya

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi memberikan keterangan soal pengungkapan impor ballpoint merek Standard palsu di PT Terminal Petikemas Surabaya.

SURABAYA-SUREPLUS: Direktorat Bea Cukai telah berhasil mengamankan barang impor, yang terindikasi melakukan pemalsuan merk. Barang tersebut yakni berupa pulpen dengan merek dagang Standard AE7, diimpor oleh PT PAM melalui pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Bekerja sama dengan pihak kepolisan, pemalsuan ini terbukti memalsukan sejak Desember 2019 lalu dengan barang bukti 1 kontainer pulpen sebanyak 858.240 buah merek Standard AE7 Alfa Tipe 0.5 Made in Indonesia.

“Nilai barangnya mencapai Rp 1 miliar. Temuan pemalsuan ini sudah diputuskan oleh Pengadilan Niaga Surabaya hari ini, bahwasanya jika memang terbukti pulpen import ini palsu. Dan Pengadilan Niaga Surabaya memutuskan penangguhan sementara pengeluaran barang dari pabean cukai,” ungkap Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi saat sesi wawancara di PT Terminak Petikemas Surabaya, Jumat (10/1/2020).

Heru mengungkapkan, keberhasilan penangkapan ini juga tidak lepas dari keresahan pemilik  merek yang bersangkutan, lantaran sebelumnya telah melakukan perekaman rekordasi dalam sistem otomasi kepabeanan barang-barang HKI.

“Rekordasi ini telah diimplementasikan pihak kami sejak 21 Juni 2018 dan sampai saat ini sebanyak 7 menek den 2 hak cipta telah terekordasi dalam sistem ini,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya sistem ini Bea Cukai dapat segera menotifikasi kepada pemilik pemegang merek, apabila terjadi dugaan importasileksponasi barang yang melanggar HKI.

“Seperti pada permulaan kasus ini dari analisis transaksi impor yang dilakukan Bea Cukai atas importasi PT PAM yang diduga melanggar HKI, Bea Cukai menghubungi pemilik merek PT Standardpen Industries (PT SI) karena merek tersebut telah terekam dalam sistem otomasi kepabeanan barang-barang HKI,” kata Heru.

Selanjutnya, PT SI memberikan konfirmasi bahwa PT SI setuju dilakukan proses penangguhan sementara ke Pengadilan Niaga, untuk dilakukan pemeriksaan bersama terkait keaslian atas merek barang tersebut.

“Pemeriksaan dilaksanakan dengan menyerahkan jaminan bank yang dipersyaratkan ke Bea Cukai Tanjung Perak, Pemeriksaan bersama dilakukan oleh Hakim Pengadilan Niaga,” tutup Heru.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana