Pemprov Jatim Tinjau Kesiapan Posko Siaga Bencana

Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono saat meninjau lokasi posko bencana.

SURABAYA-SUREPLUS: Pemprov Jawa Timur mulai memberikan perhatian intens terhadap potensi banjir di wilayah Jatim. Menurut prediksi BMKG, hingga 10 hari ke depan curah hujan disertai angin kencang masih melanda wilayah Jatim. Karena itu, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono meninjau kesiapan di posko siaga bencana BPBD Jatim.

“Kami tidak hanya memeriksa, namun juga memastikan kesiapan dan ketersediaan sarana dan prasarana kebutuhan pada saat bencana alam terjadi. Saat ini yang diwaspadai di wilayah Jatim adalah gerakan tanah atau longsor, banjir, angin kencang, puting beliung dan rob,” ungkap Heru seperti yang tertulis dalam keterangan resminya, Rabu (8/1/2020).

Heru mengungkapkan, saat bencana melanda, warga yang terkena dampak akan langsung diberikan kebutuhan yang telah disediakan di posko. Kebutuhan tersebut yakni seperti sembako, pakaian, obat-obatan, dan makanan. BPBD juga menyiapkan sejumlah perahu karet bila nantinya banjir datang.

Disamping itu, mobil dapur umum lapangan juga disiapkan bagi warga yang terdampak bencana. Heru juga sempat mencicipi makanan di dapur umum yang dikelola Dinas Sosial Jatim. Dia ingin memastikan makanan yang tersedia cukup layak dikonsumsi masyarakat terdampak.

“Sudah saya instruksikan untuk makanan bagi korban bencana di dapur umum menggunakan nasi bungkus. Lauknya juga yang layak dan menggunakan beras premium,” ujarnya.

Ia menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diantisipasi. Salah satunya curah hujan tinggi dengan angin kencang. Hal yang menjadi prioritas saat ini adalah curah hujan dan angin kencang, karena apabila berbicara banjir tidak bisa dikategorikan zonasi wilayah rawan banjir karena sungai arahnya dari hulu ke hilir.

Demi mengantisipasi bencana banjir, Heru telah menyiapkan tiga langkah. Pertama adalah pengaturan buka tutup pintu air guna mengatur debit air di sungai.

“Pengaturan pintu air ini yang perlu dikendalikan karena salah pengaturan, maka dampaknya pada wilayah di hilirnya. Lalu yang kedua, dengan langkah pemasangan sheet pile untuk penguatan tanggul dan mengatur debit air,” kata Heru.

Pemprov Jatim telah menyiapkan sheet pile, dan untuk saat ini masih berada di depo yang pemasangannya dari Dinas PU Sumber Daya Air. Dengan sheet pile, maka pada saat tanggul jebol tidak perlu menggunakan sak pasir lagi, namun bisa gunakan sheet pile. Hal ini dinilai juga mempercepat genangan agar tidak terlalu lama di pemukiman masyarakat.

Kemudian, langkah yang terakhir yakni dengan mendukung modifikasi cuaca yang dilakukan  Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

“Modifikasi cuaca ini untuk mengatur awan yang berpotensi hujan dengan menebarkan garam di awan. Jadi hujan diturunkan di laut bukan di wilayah daratan. Yang sulit itu tidak semua pilot siap atau berani mengejar awan,” tuturnya.

Kendari demikian, Heru berharap masyarakat bisa lebih waspada dalam beberapa hari ke depan. Dia juga mengimbau masyarakat di sekitar hulu sungai tidak membuang sampah sembarangan.

“Kita imbau masyarakat di hulu sungai agar tidak membuang sampah sembarangan agar melakukan hal hal yang tidak menambah hambatan pada sungai. Dan kita sudah siap alat-alat penanggulangan sosial, relawan siap,” tutup Heru.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana