Akibat Eskalasi Politik di Timur Tengah Harga Emas Makin Meroket

Pada Selasa lalu, emas Februari GCG20 telah naik 1,12% di Comex sebesar US$ 5,50 atau naik sekitar 0,4% di US$ 1.574,30 per ounce setelah naik 1,1% pada hari Senin. Harga tersebut tersebut melampaui harga tertinggi 9 April 2013. Aset emas meningkat setelah terbunuhnya seorang komandan militer Iran, Qassem Soleimani pekan lalu. Hal itu membuat investor meningkatkan aset tradisional yang lebih aman seperti emas.

Kenaikan harga emas berjangka yang mengalami kenaikan 10 kali berturut-turut ini adalah yang terpanjang dalam dua tahun terakhir dengan penutupan tertinggi sejak tahun 2013. Mengutip marketwatch, Rabu (8/1/2020), permintaan aset haven logam mendorong kenaikan harga. Hal itu karena investor mempertimbangkan ketegangan di Timur Tengah.

Lonjakan terbaru harga emas didorong oleh eskalasi politik yang tiba-tiba berubah karena ketegangan AS-Iran, yang memukul pasar saham dunia dan investor terkemuka untuk mencari perlindungan. Akan tetapi menurut Direktur Penelitian di BullionVault, Adrian Ash, permintaan emas telah berubah lebih tinggi pada 2019 terutama karena investor di zona Eropa menimbang suku bunga negatif. Sehingga, mereka mencari ‘rumah’ yang lebih baik untuk menempatkan uangnya.

Hal senada juga diungkapkan Managing Partner di Altavest, Michael Armbruster.

“Saya tidak percaya lonjakan emas pada hari Senin adalah peristiwa satu kali. Emas telah berada dalam mode reli selama dua minggu sebelum eskalasi ketegangan antara AS dan Iran,” katanya.

Di dalam negeri, harga emas Antam tercatat naik terus sejak akhir Desember 2019 lalu. Harga emas Antam terpantau merangkak naik sejak 26 Desember 2019 yang dijual di level Rp 758.000/gram.

Hari ini, harga emas Antam berada di angka Rp 799.000/gram. Harga ini tercatat naik Rp 15.000 dari posisi hari kemarin. (FF)