Polda Jatim Bongkar Investasi Bodong Ber-Omzet Rp 750 M

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan saat jumpa pers kasus investasi bodong dengan omzet yang hampir mencapai 750 miliar rupiah.

SURABAYA-SUREPLUS: Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur telah berhasil mengungkap dan membongkar tindak penipuan berupa investasi bodong, melalui aplikasi bernama Memiles dengan omzet hingga ratusan miliar rupiah.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan aplikasi yang diketahui baru beroperasi selama delapan bulan terakhir ini telah mengais keuntungan sebanyak Rp750 miliar dari para membernya.

“Kasus ini dilakukan oleh korporasi, dengan memanfaatkan kebijakan pemerintah terkait iklim investasi untuk masyarakat kelas bawah sampai menengah. Kebijakan ini digunakan sebagai alasan oleh korporasi bernama PT Kam and Kam, dengan menggunakan aplikasi online Memiles,” ungkap Luki, saat jumpa pers di Mapolda Jatim, Surabaya, Sabtu (4/1/2020).

Luki mengungkapkan, dalam kasus ini polisi menetapkan dua tersangka yaitu KTM, warga Kelapa Gading, Jakarta Utara dan FS, warga Tambora, Jakarta Barat. Keduanya saat ini telah ditahan di Mapolda Jatim. Melalui aplikasi penyedia jasa iklan ini, mereka telah merekrut sebanyak 264 ribu member. Padahal falam beroperasi, Memiles diketahui tak mengantongi izin apapun.

Menurutnya, investasi ilegal ini dijalankan tersangka dengan menggunakan nama PT Kam and Kam. Perusahaan itu bergerak di bidang jasa pemasangan iklan, yang menggunakan sistem penjualan langsung melalui jaringan keanggotaan, dengan cara join di aplikasi Memiles.

“Sudah ada sebanyak 264 ribu member selama 8 bulan dengan nilai omzet hampir Rp750 miliar dan kami sudah melakukan penahanan serta menetapkan tersangka 2 orang inisial KP dan FS. Ini salah satu direktur utamanya dan salah satu orang kepercayaannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, para pelaku saat menjalankan aksinya berdalih aplikasi ini mengharuskan tiap anggota untuk top up dana investasi mulai dari nominal Rp50 ribu hingga Rp200 juta. Dari top up sejumlah uang tersebut, pihak Memiles kemudian memberikan bonus yang fantastis, berupa ponsel, motor, hingga mobil.

Bonus tersebut bahkan melebihi besaran mominal yang di-top up para member. Luki mencontohkan, jika anggota Memiles melakukan top up Rp 400 ribu, bonusnya adalah ponsel. Jika top up Rp5 juta, bisa mendapatkan mobil.

Selain itu, bagi setiap member yang dapat merekrut anggota baru, juga memperoleh komisi atau bonus dari perusahaan. Itulah sebabnya kenapa aplikasi ini memiliki banyak anggota.

“Kalau ingin pasang iklan, anggota harus memasang top up dengan dana dimasukkan ke rekening PT Kam and Kam. Dengan top up itu, anggota memperoleh bonus atau reward bernilai fantastik. Dana masuk antara Rp50 ribu sampai Rp200 juta,” kata Luki.

Kendati demikian, pihak kepolisian telah menyita barang bukti berupa uang tunai dari tersangka sebesar Rp50 miliar, 18 unit mobil, dua sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya. Luki berdalih, ada pula dana sebesar Rp120 miliar yang masih mengendap di rekening tersangka.

“Kami akan terus mengusut kasus ini bekerjasama dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Nantinya secara teknis Polda Jatim juga bakal membuat posko pengaduan bagi para korban penipuan aplikasi ini,” tutup Luki.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana