SIB Hampir Tak Ada Pembeli, Pedagang: Mending Jual di Pinggir Jalan

Pedagang ikan yang masih bertahan di Sentra Ikan Bulak yang semakin sepi tiap harinya.FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Sentra Ikan Bulak yang menjadi pusat penjualan hasil laut Kenjeran kini sudah semakin memprihantikan kondisinya. Hal ini lantaran ditempat tersebut hanya tersisa delapan pedagang ikan yang masih bertahan, dan bahkan pembelinya tidak mencapai 20 orang setiap harinya.

“Pembeli aja tidak ada sampai 20 orang. Terus buat kita yang masih bertahan di SIB ini nasibnya gimana. Kalau terus-terusan begini mending pertengahan tahun nanti saya pindah saja ke pinggir jalan dekat rumah saya,” ungkap Elok Kurniawati, saat ditemui reporter Sureplus.id di lokasi, Jumat (3/1/2019).

Elok mengungkapkan, dirinya bahkan pernah tidak menjualkan sama sekali dagangannya dalam sehari penuh. Meskipun saat hari raya natal dan tahun baru beberapa hari lalu, pembeli ikan pun tidak banyak, lantaran para pengunjung hanya membeli oleh-oleh seperti kerupuk dan makanan ringan yang lain.

Menurutnya, sudah dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini pembeli tak kunjung ramai. Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun dinilai masih belum maksimal, karena memang gedung berlantai dua tersebut memang bukan lahan dagang mereka.

“Seharusnya sejak dulu Pemkot tidak perlu relokasi, ke tempat yang jauh dari pemukiman warga sekitar. Malah dulu teman saya yang berjualan juga berjualan di sini (SIB), sudah pindah dan pendapatannya lebih besar,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang ikan pinggir jalan bernama Ningsih mengatakan ia sudah pindah sejak tahun 2018 lalu karena SIB menurutnya sudah sekarat. Ia menjelaskan bahwa pembeli saat ini tidak ingin terlalu jauh saat mencari ikan, serta harga dipinggir jalan tidak setinggi harga ikan yang dijual di SIB.

“Ya namanya pedagang juga harusnya tahu apa yang diinginkan pembeli biar sama-sama untung. Kalau di SIB ingin ramai lagi ya Pemkot harus ada sosialisasi kembali, bukan sekali lalu ditinggal,” kata Ningsih.

Kendati demikian, hingga saat ini lantai satu SIB hanya ada delapan penjual yang masih bertahan. Mereka adalah dua penjual kerupuk ikan dan aksesoris, satu penjual ikan asap dan dua ikan asin.

“Kalau di lantai dua itu sudah sentra kuliner saja mas. Itu bahkan ramainya hanya di sore sampai malam hari,” tutup Ningsih.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana