Bank Jatim Targetkan Nasabah Milenial di Tahun 2020 Meningkat

Pgs. Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk Ferdian Timur Satyagraha saat memapaparkan JatimPay di sela acara Media Gathering Bank Jatim di Surabaya.

SURABAYA-SUREPLUS: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) menargetkan adanya peningkatan yang signifikan di tahun 2020, terutama pada nasabah milenial. Beberapa inovasi telah disiapkan oleh Bank Jatim, mulai dari inovasi produk dan layanan digital yang akan diluncurkan di awal 2020.

Pgs. Direktur Utama Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha mengatakan salah satu inovasi tersebut yakni JatimPay, fasilitas sistem pembayaran yang telah mendapatkan lisensi penyelenggara uang elektronik dari Bank Indonesia.

“Kami berharap layanan digital ini akan memberikan kemudahan transaksi pembayaran atau pembelian di berbagai jenis layanan melalui jaringan luas dan terpercaya seperti untuk pembelian pulsa, pembayaran PLN dan lainnya,” ungkap Ferdian dalam acara media gathering di Surabaya, Senin (30/12/2019).

Ferdian mengungkapkan, JatimPay sendiri adalah pengembangan aplikasi Jatimcode berbasis QR code yang telah menarik nasabah Bank Jatim terutama dari kalangan milenial. Disamping itu, Jatimcode telah menggaet 8.000 merchant di Jawa Timur, Jakarta dan Batam. Sejak diluncurkan pada Maret 2019, JatimPay mampu mencatat transaksi sebesar Rp 1,9 miliar.

“Saat ini, sudah ada enam merchant yang siap bekerjasama untuk layanan JatimPay yang akan kita luncurkan bersama OJK dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada hari Senin besok. Kami yakin akan lebih banyak lagi merchant yang bergabung dengan JatimPay ini,” ujarnya.

Kemudian, Bank Jatim juga menyiapkan dua inovasi lainnya, yakni rekening bank online dan kredit online. Ferdian menjelaskan tiga inovasi inilah yang telah disiapkan pada akhir 2019 ini dan akan diluncurkan awal 2020 nanti.

Menurutnya, dengan inovasi produk dan layanan digital tersebut Bank Jatim ingin mempertahankan capaian pertumbuhan diatas pertumbuhan industri di tahun 2020 sebagaimana yang dicapainya di tahun 2019.

“Posisi terakhir kita pertumbuhan mencapai 15 persen atau di atas pertumbuhan industri yang hanya di kisaran 7 persen sampai 8 persen untuk kredit,” kata Ferdian.

Sampai dengan triwulan III 2019, aset bankjatim tercatat 72,13 triliun atau tumbuh 13,72 persen serta membukukan laba bersih sebesar 1,14 triliun atau tumbuh sebesar 7,61 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

“Selama itu pula triwulan III Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 15,84 persen dibandingkan peridoe sama tahun lalu. Jumlahnya sebesar Rp 61,21 triliun. Dari sisi pembiayaan, Bank Jatim juga mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 37,73 triliun atau tumbuh 14,07 persen,” ucapnya.

Kendati demikian, kinerja positif Bank Jatim juga tercermin dari komposisi rasio keuangan lainnya, yakni Return on Equity (ROE) sebesar 19,98 persen, Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,20 persen, dan Return On Asset (ROA) 3,18 persen.

“Sedangkan biaya operasional dibanding pendapatan operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 66,54 persen,” tutup Ferdian.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana