Khofifah Sidak Pasar Tradisional di Kota Surabaya Beberapa Hari Jelang Tahun Baru 2020

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa saat sidak di pasar tradisional di Surabaya. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kali ini menggelar sidak di Pasar Tambak Rejo, Surabaya. Dari hasil sidaknya, Khofifah menemui harga beberapa bahan pokok yang naik menjelang Natal dan Tahun Baru. Salah satu harga bahan pokok yang naik yakni bawang merah, yang per kilogramnya mencapai Rp 10 ribu.

“Kami tadi menemukan bahan pokok, yang mengalami kenaikan adalah bawang merah. Bawang merah yang dijual di pasar ini rata-rata berasal dari Nganjuk. Ini karena dari Probolinggo harganya lebih mahal lagi,” ungkap Khofifah saat sidak di Pasar Tambak Rejo Surabaya, Kamis (26/12/2019).

Khofifah mengungkapkan, hal ini disebabkan daya beli masyarakat yang cukup tinggi. Namun, untuk sementara suplai pasar masih normal.

“Jadi daya beli masyarakat lebih banyak yang mereka jual di sini adalah yang dari Nganjuk Rp 35 ribu per kilo biasanya Rp 25 ribu. Yang dari Probolinggo Rp 30 ribu sekarang Rp 35 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, stok bahan pangan di Jatim jelang tahun baru memang cenderung aman. Meskipun beberapa bahan pokok harganya naik, ia menyebut kenaikannya tak terlalu tinggi. Dia mengatakan, daging ayam dan sapi masih cenderung stabil.

Ia menjelaskan, khusus untuk daging saat ini semuanya dalam posisi harga yang stabil, dan varian-varian kualitas daging masih pada posisi harga yang sama. Sementara itu, telur hingga beras mengalami kenaikan hingga Rp 1.000. Ia berdalih, hal ini masih terbilang wajar karena mendekati musim libur Nataru.

“Kalau cabai rawit sama cabai merah juga ada penurunan harga, telur ada kenaikan Rp 1.000 sampai Rp 2.000. Kemudian beras medium ada kenaikan Rp 1.000. Tapi saat menghadapi peak season, liburan Natal dan liburan Tahun Baru kenaikan Rp 1.000 misalnya untuk beras medium, kemudian kenaikan Rp 1.000 sampai Rp 2 ribu untuk jenis telur tertentu. Itu sesuatu yang masih dalam koridor yang bisa ditolerir,” kata Khofifah.

Namun Khofifah menambahkan, pihaknya tidak berencana melakukan operasi pasar. Khofifah berharap harga akan segera stabil. Sementara itu, seorang pedagang bernama Eko Hartono mengonfirmasi adanya kenaikan harga bawang merah. Dirinya berharap agar kenaikan ini tidak berlarut-larut.

“Bawang merah, lombok, telur, sama ada beberapa ada yang ndak naik. Bawang putih tetap Rp 25 ribu. Semoga saja segera normal lagi seperti biasa ,” tutup Eko.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana