Satoria Tower Surabaya Banyak Dilirik Oleh Perusahaan Negeri dan Swasta

Presiden Direktur Satoria Group, Alim Satria (kanan) dalam ceremony Topping Off proyek gedung perkantoran Satoria Tower Surabaya Barat.

SURABAYA-SUREPLUS: Satoria Tower, yang merupakan gedung perkantoran di kawasan Surabaya Barat ternyata telah dilirik oleh beberapa perusahaan negeri maupun swasta. Hal ini dibenarkan oleh Presiden Direktur Satoria Group, Alim Satria.

Salah satu pembeli dari BUMN, yang sudah melakukan penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yakni PT Bank Nasional Indonesia Tbk (Persero) atau Bank BNI. Bank BUMN ini telah memborong tiga lantai Satoria Tower untuk dijadikan Kantor Utama BNI wilayah Surabaya Barat.

“Kepercayaan Bank BNI terhadap kami ini tentu sangat membanggakan. Satoria Tower memang memiliki teknologi tinggi dan keamanan canggih yang menjamin kepuasan bagi seluruh pemakainya,” ungkap Alim.

Selain itu, beberapa perusahaan rintisan dan penyedia ruang kerja bersama (coworking space) di Jakarta juga sudah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan Satoria Tower. Tidak hanya itu, perusahaan multinasional yang selama ini sudah menjalin kerjasama dengan Satoria Group yang berencana menempati gedung perkantoran tersebut.

“Kami optimistis akan semakin banyak peminat gedung ini saat proyek ini selesai,” ujarnya

Sementara itu, Direktur Marketing Satoria Tower, Ivi Santoso menambahkan, Satoria Tower merupakan gedung perkantoran premium pertama yang menggabungkan teknologi tinggi, serta memberi penyewa efisiensi yang tinggi dalam hal mobilitas.

“Kami ingin membangun menara perkantoran premium berteknologi tinggi yang akan menjadi ikon Surabaya. Ini juga untuk menyesuaikan dengan tren dan kebutuhan bisnis saat ini. Apalagi kalangan perusahaan multinasional dan perusahaan teknologi tentu fasilitas seperti big data, dan infrastruktur teknologi lain akan jadi pertimbangan untuk masuk,” kata Ivi.

Ia menjelaskan, dengan menggabungkan teknologi modern dan desain mewah akan membuat setiap penyewa bangga menjadi bagian dari Satoria Tower. Kelebihan yang dimiliki gedung ini yakni akan menjadi pilihan bagi pengguna yang mengedepankan kebutuhan perkantoran nan mampu menjawab kebutuhan waktu yang akan datang, bahkan untuk jangka waktu 20 tahun ke depan.

“Rata-rata pembeli tertarik dengan fasilitas bintang lima Satoria Tower, seperti sky pool, gym and fitness center, meeting room, lounge, café, restoran, fasilitas perbankan, operasional 24 jam, serta area parkir yang luas,” ucap Ivy.

Kendati demikian, selaras dengan kebutuhan pebisnis sekarang dan di masa mendatang, Satoria Tower juga menyediakan konsep small office home office (SOHO), karena banyaknya pebisnis dari luar kota dan ingin menjadikan Satoria Tower tempat bekerja sekaligus tempat tinggal.

“Kita tawarkan 52 unit SOHO dan sudah hampir habis. Saat ini harga jual perkantoran di Satoria Tower di kisaran Rp 27 juta per meter persegi. Angka ini sudah naik ketimbang saat pertama dipasarkan yang di kisaran Rp 20 juta per meter persegi,” tutup Ivy.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana