PT Tjitajam Siap Bantu Konsultasi Hukum Bagi Konsumen Green Citayam City

Ilustrasi perumahan

SURABAYA-SUREPLUS: Terkait polemik kasus pelanggaran hukum yang terjadi dalam tubuh PT Tjitajam yang kian menjadi perbincangan dunia bisnis properti, Kuasa hukum PT Tjitajam, Reynold Thonak S.H. turut angkat bicara,

Reynold mengatakan, bahwa pihaknya siap membantu konsumen Perumahan Green Tjitajam City, Citayam, Bogor seiring putusan hukum final kasus tersebut. Bantuan itu berupa konsultasi hukum ikhwal langkah apa yang bisa dilakukan konsumen.

Seperti diketahui, Mahkamah Agung telah mengeluarkan putusan yang menegaskan PT Tjitajam yang sah menurut Hukum adalah PT. Tjitajam dengan Susunan kepengurusan Direktur Rotendi dan Komisaris Jahja Komar Hidajat, Pemegang Saham PT. Suryamega Cakrawala (2250 Lembar Saham) dan Jahja Komar Hidajat (250 Lembar Saham).

Serta membatalkan seluruh Akta-akta berikut Pengesahan yang diterbitkan oleh Dirjen AHU (Tergugat V Intervensi) mulai dari tahun 2002 s/d tahun 2015 PT. Tjitajam versi Ponten Cahaya Surbakti, Drs. Zaldy Sofyan, S.H., Drs. Cipto Sulistio, Tamami Imam Santoso, Kivlan Zen, Dkk yang terbukti telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum karena mengaku-ngaku sebagai Organ Pengurus dan Pemegang Saham PT. Tjitajam.

Dengan demikian maka seluruh pihak-pihak tidak terkecuali Dirjen AHU harus tunduk dan taat terhadap Putusan MA tersebut. Putusan MA juga menegaskan kepemilikan PT Tjitajam atas aset tanah berikut bangunan di lokasi Perumahan GCC yang terletak di desa Ragajaya dan Citayam, Kabupaten Bogor, serta aset tanah yang terletak di Cipayung Jaya, Kota Depok

Putusan MA itu memberikan kepastian hukum bagi ratusan konsumen yang sudah membeli rumah di GCG. Selama ini mereka terombang ambing sebab pihak pengembang tak kunjung bisa memberikan dokumen legal.

“Pengembang yang telah bekerja sama dengan PT. Tjitajam versi Ponten Cahaya Surbakti, Drs. Zaldy Sofyan, S.H., Drs. Cipto Sulistio, Tamami Imam Santoso, Kivlan Zen, Dkk nekat melakukan pembangunan perumahan GCC dan menjualnya dengan dasar sertifikat pengganti yang diterbitkan oleh BPN Kabupaten Bogor atas Permohonan PT. Tjitajam versi Ponten Cahaya Surbakti, Drs. Zaldy Sofyan, S.H., Drs. Cipto Sulistio, Tamami Imam Santoso, Kivlan Zen, Dkk dengan alasan hilang padahal tidak pernah hilang, sesuai Putusan yang telah Berkekuatan Hukum Tetap (inkracht van gewijsde),” kata Reynold dalam keterangan resminya yang disampaikan di media Sureplus.id, Senin (9/12/19).

Sekilas soal langkah hukum yang bisa dilakukan konsumen, menurut dia, ada beberapa opsi tergantung proses masing-masing konsumen. Sebab ada konsumen yang membeli lewat pengembang, ada juga yang melalui bank. “Gugatannya berbeda tapi intinya sama-sama menuntut tanggung jawab pengembang,” ujarnya.

Adapun mengenai asetnya, Reynold menegaskan pihaknya akan mengikuti putusan hukum dan menegaskan pengesahaannya. Tanah berikut bangunan di atasnya rencananys akan dibersihkan agar jelas status dan peruntukannya. “Bagaimana rencana selanjutnya akan dikaji lagi dan digunakan sebaik-baiknya seiring agenda pemerintah,” tukasnya.[lana/DM]

Editor: Dony Maulana