Mahasiswa Surabaya Bangun Rancangan Bisnis Kurangi Sampah Plastik

Project officer UIIB, Sutan Azhary (Dua kiri), Gisela Jessica Adjani, Al Lailatul Qodriyah, Manik Marganamahendra yang membuat rancangan bisnis dari sampah plastik.

SURABAYA-SUREPLUS: Sampah memang hal yang sudah tidak usang lagi dikalangan masyarakat Indonesia. Menanggapi hal ini, sebuah komunitas lintas departemen di ITS yang bergerak di bidang riset pengolahan limbah plastik dan pengabdian masyarakat, bernama Plastikita menggagas sebuah ide yang dituangkan ke dalam rancangan bisnis.

Dalam ajang Universitas Indonesia Innovation Battlefield (UIIB) 2019, Plastikita mengirim 3 orang perwakilannya yang bernama Sutan Azhary dari Departemen Teknik Perkapalan, Al Lailatul Qodriyah dari Departemen Perencanaan Wilayah Kota, dan Gisela Jessica Adjani dari Departemen Teknik Industri.

“Rancangan bisnis yang kamj buat berupa sistem pengelolaan sampah terpadu, yang turut serta memberdayakan pemulung dalam prosesnya. Selain itu, Plastikita juga berkolabirasi dengan kedai kopi di Surabaya dan kantin di lingkungan ITS untuk mengelola sampah plastik yang mereka hasilkan. Tujuan dasarnya adalah agar tidak mencemari lingkungan dan dapat diolah sehingga mempunyai nilai ekonomis,” ungkap Sutan, saat dihubungi reporter Sureplus.id di Kampus ITS, Senin (9/12/2019).

Sutan mengungkapkan, ia bersama kawan-kawannya menyalurkan kotak sampah di coffee shop dan kantin di daerah Surabaya. Kotak sampah di coffee shop dan kantin ini khusus untuk sampah plastik, yang apabila sampah yang terkumpul secara rutin akan diambil. Selanjutnya, sampah akan diolah jadi cacahan plastik terus dijual ke pabrik-pabrik plastik Jawa Timur,” jelasnya.

“Untuk memberdayakan pemulung, saya fokus pada golongan lansia. Kalau awalnya bekerja dari pagi sampai malam, sekarang tugas kami hanya memilah sampah, mengoperasikan mesin dan mencuci kemasan. Itu semua agar penghasilan mereka lebih stabil dengan effort yang lebih ringan,” ujarnya.

Dengan rancangan bisnisnya ini, Plastikita berhasil menjadi jawara di kompetisi UIIB dengan mengalahkan tim dari Universitas Indonesia, Universitas Telkom Bandung, dan Institut Pertanian Bogor. Dengan begitu, Plastikita berhak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program akselerator GK-Plug and Play untuk berakselerasi hingga taraf Internasional.

Kendati demikian, melalui kesempatan ini Plastikita berharap dapat menyebarkan semangat kolaborasi mahasiswa dengan memanfaatkan keilmuannya demi mengabdi pada masyarakat dan kemajuan Indonesia.

“Kedepannya, kami berupaya mendapat dukungan dari ITS agar dapat mewujudkan ITS Smart Eco Campus,“ tutup Sutan.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana