IRT Banjir Laba Jual Barang Dari Sampah

Mailiyah Himatud Dinayah saat sedang mengerjakan anyaman yang dibuat dari sampah plastik dan disulap menjadi berbagai kebutuhan, bahkan baju untuk mode.FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMAj

SURABAYA-SUREPLUS: Sampah seseorang lain bisa menjadi emas bagi individu kreatif. Seperti yang dilakukan seorang ibu rumah tangga di Sidoarjo, kala dirinya menyulap limbah sampah menjadi barang-barang antara lain tas, baju, dan lainnya. Dari usaha tersebut, warga Candi, Sidoarjo Mailiyah Himatud Dinayah mampu hasilkan pundi-pundi uang sekitar Rp 5 juta-Rp 12 juta per bulan.

“Saya punya bermacam karya kreatif berbahan sampah plastik. Kalau dilihat sekilas, tas dan baju karya ibu rumah tangga ini, tidak kalah menariknya dengan baju dan tas buatan pabrik,” ungkap Dinah, sapaan akrabnya saat ditemui reporter Sureplus.id di rumahnya.

Dinah mengungkapkan, ia memaduka warna dan corak dengan memanfaatkan ciri khas merk tertentu, menjadikan kerajinan ini unik dan bernilai ekonomis. Berbagai sampah plastik bekas, yang biasa ia gunakan sebagai bahan kerajinan merupakan plastik bungkus mie instan, minuman air kemasan dan beberapa bungkus plastik lainnya,

“Sampah plastik ini, kemudian saya gunting, terus diambil beberapa bagian, kemudian dicuci agar bersih dari kotoran, dan selanjutnya dirakit. Memang butuh ketelatenan dan kesabaran dalam membuat berbagai karya kerajinan ini, agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, untuk satu buah produk kerajinan, Dinah biasanya membutuhkan waktu sehari penuh. Usaha kerajinan berawal dari keprihatinannya dengan banyaknya sampah plastik, yang tidak dimanfaatkan. Mailiyah kemudian mencoba merangkai dan membuat  karya kerajinan tangan. Usaha yang sudah tiga tahun digelutinya ini, kini menuai keberhasilan.

Karya Mailiyah ini dijual melalui media sosial dengan harga bervariatif, mulai dari Rp 100-Rp 300 ribu per buah. “Selain jual online, produk saya juga sering disewa untuk kegiatan pawai, maupun parade pada hari-hari besar maupun perayaan tertentu. Untuk satu potong baju, saya patok seharga Rp 50 ribu selama 12 jam,” kata Dinah.

Kendati demikian, para pembelinya tidak saja dari Sidoarjo, Surabaya, Gresik, tapi banyak dari luar Jawa, seperti Balikpapan, Manado, dan beberapa kota lain di luar pulau Jawa. “Saya dari penjualan ini bisa mencapai omzet dari Rp 2 juta hingga Rp 5 juta per bulan,” tutup Dinah.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana