Impor Susu Jatim Masih Tinggi, Khofifah Lakukan Tindakan Penekanan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi PT Greenfields Indonesia, Malang, Jatim.

SURABAYA-SUREPLUS: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sedang berupaya menekan jumlah impor susu yang masih tinggi di Jawa Timur. Langkah yang diambil olehnya yakni mewujudkan swasembada susu.

“Angka impor kami di Jatim pun juga masih impor cukup besar yakni 217 ribu ton, sementara skala nasional masih 80 persen. Sudah kami kalkulasikan, kalau kita ingin swasembada butuh 30 ribu ekor sapi dengan produksi 20 liter per hari,” ungkap Khofifah, Sabtu (7/12/2019).

Khofifah mengungkapkan, Pemprov Jatim telah melaksanakan misi dagang ke Kalimantan Timur. Ia berdalih, lantaran ke depan wilayah Kaltim menjadi fokus pembangunan sebagai ibukota Indonesia.

Menurutnya, apabila proses pembangunan bertahap di Kaltim sudah berjalan. Maka kebutuhan logistik termasuk makanan dan minuman cukup signifikan.

“Kemarin kami melakukan misi dagang ke Kaltim, semua tahu di sana akan menjadi ibukota, tentunya kebutuhan besarnya antara lain adalah makanan olahan dan minuman. Hari ini kita ke sini (Greenfield) untuk menghitung kebutuhan. Sentral Kaltim adalah Balikpapan, dan yang semuanya disuplai dari Jatim,” ujarnya.

Ia menjelaskan, langkah penekanan impor susu ini untuk memenuhi kebutuhan di Jatim. Selain itu, Khofifah mengatakan bahwa dirinya juga mengikuti arahan dari Presiden RI, Joko Widodo.

“Arahan dari Bapak Presiden kurangi impor dorong ekspor. Nanti maksimalkan kebutuhan susu terutama Jatim, dan kalau bisa meluas Indonesia,” kata Khofifah.

Kendati demikian, Khofifah menambahkan bahwa misi dagang ke Kaltim yang terakhir di tahun 2019. Jika ditotal misi dagang sepanjang tahun ini sudah kelima kalinya. “Kemarin adalah misi dagang terakhir di tahun 2019, dan sudah 5 kali misi dagang, dan kita sudah mencapai Rp 2,86 triliun,” tutup Khofifah.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana