16 Perusahaan di Jawa Timur Relokasi Gara-gara UMK Naik

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim, Himawan Estu Bagijo yang mengkonfirmasi adanya perusahaan yang melakukan relokasi lantaran naiknya UMK Jatim 2020.

SURABAYA-SUREPLUS: Terhitung sudah ada 16 perusahaan di Jawa Timur, yang memutuskan untuk melaksankan relokasi tempat usaha setelah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sebesar 8,51 persen. Diantara 16 perusahaan tersebut, ada dua di antaranya memilih pindah ke Jawa Tengah.

“Untuk data sementara ini, ada 16 perusahaan yang pindah dari tempatnya. Bahkan dua perusahaan pindah ke Jateng,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim, Himawan Estu Bagijo saat dikonfirmasi reporter Sureplus.id, Kamis (5/12/2019).

Himawan mengungkapkan, 16 perusahaan tersebut merelokasi tempat usaha mereka dari daerah asalnya sebagian besar berlokasi di kawasan ring I Jawa Timur.

Menurutnya, ada tiga perusahaan dari Kota Surabaya, enam dari Kabupaten Sidoarjo, dua dari Kabupaten Mojokerto, dan tiga Kabupaten Pasuruan. Dari Gresik dan Jombang masing-masing satu perusahaan akan pindah tempat.

“Perusahaan-perusahaan itu memilih relokasi pasca kenaikan UMK, mereka mencari daerah dengan UMK rendah. Misalnya dari Surabaya pindah ke Jombang dengan UMK Rp2,6 juta, Lamongan Rp2,4 juta, Nganjuk dan Ngawi masing-masing sekitar Rp1,9 juta,” ujarnya.

Ia mengaku, dirinya sangat menyayangkan perusahaan-perusahaan itu, lantaran memilih pindah ke daerah dengan UMK rendah. Ia berdalih, perusahaan tersebut tergolong mampu untuk membayar karyawannya dengan ketentuan UMK baru.

“Akhirnya, jatuhnya pada keuntungan besar dengan daerah UMK rendah, bukan tidak mampu bayar sesuai kenaikan UMK,” kata Himawan.

Kendati demikian, Himawan menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan rekomendasi jika perusahaan memang tidak mampu bayar UMK. Perusahaan bisa mengajukan penangguhan UMK ke Pemprov Jatim agar tetap berada di daerah asal.

“Kami sudah sosialisasi kalau memang tidak mampu monggo mengajukan penangguhan UMK. Karena kalau pindah perusahaan harus mencari karyawan yang kompeten di daerah tempat relokasi,” tutup Himawan.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana