Tom Liwafa: Hidup Terlalu Pendek Untuk Jadi yang Biasa Saja

Suasana UMM saat Tom Liwafa membincangkan soal kiat enterprenur muda.

SURABAYA-SUREPLUS: Menjelang penutupan tahun 2019, Pemilik Restoran Ngikan Surabaya, Tom Liwafa kembali melakukan safari sosialnya. Berlokasi di Gedung Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Tom kembali menyuntikkan motivasi kepada ribuan peserta seminar, yang di dominasi mahasiswa untuk menyiapkan diri dalam menghadapi era ekonomi 4.0 mendatang.

“Hidup terlalu pendek untuk menjadi yang biasa saja. Kalimat itu, adalah pondasi dasar dari semangat seorang pengusaha,” ungkap Tom, Selasa (3/12/2019).

Di hadapan lima ribu mahasiswa UMM, dan masyarakat Malang, Tom mengungkapkan investasi terbaik dalam memulai bisnis adalah membangun relasi yang baik. Menurutnya, kesempatan untuk meraih sebuah kesuksesan bisa datang dari siapapun dan dari manapun.

Pada kesempatan itu, Tom juga membagi cerita kepada seluruh mahasiswa tentang bagaimana dirinya mulai membangun kerajaan bisnisnya dari bawah. “Kerajaan bisnis hanya dapat dibangun dengan kreatifitas, berani ambil risiko, dan ambisi yang kuat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bagaimana strategi memperkuat sebuah brand produk kepada para peserta seminar. Ia beranggapan, setidaknya terdapat empat (4) point dasar yang harus diperhatikan.

“Pertama adalah, apa peran brand kamu untuk kehidupan? Kedua, persoifikasi brand kamu seperti apa? Ketiga, bagaimana brand kamu berbicara? Dan yang terakhir, adalah bagaimana penampilan brand kamu?” kata Tom.

Hal tersebut, lantaran melalui citra brand yang kuat, adalah tipikal bisnis yang mampu bersaing dalam era ekonomi 4.0 ke depan. “Meski brand kalian bukan merupakan sebuah kekuatan kapital besar. Setidaknya entitas usaha yang kalian bangun dengan citra yang kuat, adalah modal menuju persaingan di masa depan,” tutup Tom.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana