Rencana Disperindag Jatim Stabilkan Harga Pangan Jelang Nataru

(Kiri) Direktur Penjualan HM Sampoerna,Ivan Cahyadi bersama Kadisperindag Jatim, Drajat Irawan, Head of Zone Jawa Timur HM Sampoerna Melinda Siauw serta salah satu anggota SRC Sri Utari melihat konsep toko binaan Sampoerna Retail Community di Parkir Timur Plasa Surabaya.

SURABAYA-SUREPLUS: Menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim telah memiliki rencana dalam menstabilkan harga pangan. Rencana tersebut, salah satunya yakni menggandeng Sampoerna Retail Community (SRC) yang merupakan program pemberdayaan UKM. SRC ini, telah menaungi lebih dari 120.000 mitra retail tradisional di 408 kabupaten atau kota di 34 provinsi di Indonesia.

“Jatim sesuai dengan arahan Ibu Gubernur, salah satu program prioritasnya adalah stabilitas bahan pokok. Mulai dari bahan pokok berupa beras kemudian minyak goreng, telur, daging dan ayam, serta beberapa bahan pokok, yang diatur dalam Perpres nomor 71 2015,” ungkap Kadisperindag Jatim Drajat Irawan, saat sesi wawancara di Festival SRC Indonesia, di Parkir Timur Delta Plaza Surabaya, Senin (2/12/2019).

Drajat mengungkapkan, di SRC terdapat aplikasi yang mempermudah konsumen. Para pembeli bisa mengecek ketersediaan bahan pokok hingga harga barang. Dengan kata lain, masyarakat bisa langsung mengakses.

Di acara yang sama, ada pula peluncuran mobil Jumat Berkah. Mobil ini rencananya akan berkeliling kampung-kampung di seluruh Jatim untuk membantu menstabilkan harga.

“Mobil Jumat berkah ini, sebenarnya akan disiapkan saat Nataru. Mobil akan mengelilingi kampung yang memerlukan bahan pokok. Tidak hanya Natal, di setiap hari besar keagamaan dan Jumat kita akan keliling ke tempat-tempat yang diperlukan misalnya di masjid dan di masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, ada pula 100 relawan Garda Indag. Relawan ini juga akan menyediakan masyarakat untuk membeli dan mencintai produk-produk Indonesia. Ia berdalih, Disperindag bersama dengan HM Sampoerna dan SRC akan mengedukasi relawan-relawan yang menjadi salah satu fasilitas, bagaimana cinta produk Indonesia.

“Nanti akan dilatih oleh Disperindag, serta materi Aku Cinta Indonesia, sehingga mereka nanti akan menjadi penjelas ritel, supaya kita ini menjaga kedaulatan pasar dalam negeri,” kata Drajat.

Kendati demikian, Head of Zone Jawa Timur Melinda Siauw mengatakan, melalui SRC Sampoerna memberikan dukungan non-moneter berupa pelatihan manajemen toko. Disamping itu, pihaknya akan mengajarkan pengembangan bisnis, infrastruktur berbasis digital, hingga perluasan jaringan sosial melalui komunitas paguyuban.

“Program pembinaan UKM terintegrasi yang kami jalankan melalui SRC bertujuan untuk meningkatkan daya saing toko kelontong dengan menumbuhkan semangat kewirausahaan kepada pemilik toko kelontong sebagai pelaku UKM, melalui dukungan secara berkelanjutan mulai dari pemberdayaan hingga pembangunan kapabilitas UKM,” tutup Melinda.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana