Mahasiswa Surabaya Promosi Kesehatan Lewat Tanaman Obat Asli Indonesia

Bermacam-macam produk yang dipamerkan oleh Fakultas Farmasi Ubaya dari Tanaman Asli Indonesia. FOTO: DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Mahasiswa Fakultas Farmasi dari kampus Universitas Surabaya, membuat inovasi sebanyak 14 produk makanan dan minuman dari bahan tanaman obat asli Indonesia dalam rangka project health promotion. Berbagai produk tersebut, dipamerkan dalam acara mini bazaar di Hall Gedung FF Kampus Ubaya.

“Kegiatan mini bazaar semester ini mengusung tema “Minuman Tradisional di Era Millenial”. Tema ini dipilih, bertujuan mengajak mahasiswa agar mampu berinovasi membuat produk makanan dan minuman tradisional sehat, yang bisa diterima masyakarat kalangan milenial,” ungkap Finna Setiawan, dosen Fakultas Farmasi Ubaya, saat sesi wawancara disela acara, Sabtu (30/11/2019).

Finna mengungkapkan, proyek ini merupakan acara dari mata  kuliah Obat Asli Indonesia (OAI) yang diikuti mayoritas mahasiswa semester 7. Melalui kegiatan ini juga, mahasiswa melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat, bahwa bahan alami Indonesia yang terkesan jadul juga bisa dinikmati oleh kalangan kekinian.

Menurutnya, proses pembuatan kreasi produk dari bahan alami Indonesia dilakukan tanpa meninggalkan unsur tradisionalnya, dengan menggunakan tanaman obat seperti jahe, kunyit, asam, secang, rosella, kemangi, bunga telang dan telur.

“Diolah menjadi produk makanan dan minuman yang lebih modern nan berkhasiat bagi kesehatan tubuh manusia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari 14 kelompok yang menampilkan produk, ada 11 produk minuman dan 3 produk makanan kekinian. Nantinya, setiap kelompok bertugas untuk melakukan presentasi dan menjelaskan kepada pengunjung terkait produk, komposisi, keunggulan serta manfaatnya.

“Kegiatan ini terbuka untuk seluruh civitas akademika Ubaya. Pengunjung yang hadir bisa melihat sekaligus mencicipi produk,” kata Finna.

Kendati demikian, ia menjelaskan selain melatih kreatifitas dalam menciptakan karya yang kaya nutrisi, secara tidak langsung para mahasiswa juga dilatih untuk berwirausaha.

“Saya harap mahasiswa lebih inovatif dalam mempromosikan pola hidup sehat di masyrakat. Salah satunya, dengan mengonsumsi makanan yang terbuat dari bahan alam asli Indonesia,” tutup Finna.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana