Pemuda Surabaya Unggul Bisnis Kuliner Berkat Jalan-Jalan

Nur Cholis Imam Hanifa saat menunjukkan bisnis kulinernya di salah satu outlet Mushroom.

SURABAYA-SUREPLUS: Dalam menemui sebuah pencapaian, setiap orang memiliki jalan yang unik. Seperti pengalaman CEO Mushroom Factory Indonesia, Nur Cholis Imam Hanifa, yang menceritakan landasan usaha kulinernya adalah karena keinginannya untuk jalan-jalan ketika masa perkuliahan.

“Waktu itu tahun 2005, ada lomba Wirausaha Muda Mandiri berhadiah lumayan besar untuk digunakan jalan-jalan. Saya dan teman-teman memutuskan untuk membentuk tim, dan ikut event tersebut dengan mengangkat topik jamur. Akhirnya sampe sekarang diteruskan menjadi suatu usaha,” ungkap Cholis, saat ditemui reporter Sureplus.id di kampus Universitas Airlangga (UNAIR), Senin (25/11/2019).

Cholis mengungkapkan, pemilihan jamur sebagai produk yang dijual bukanlah tanpa alasan. Ia menyatakan bahwa jamur merupakan salah satu makanan favoritnya. Selain itu, produksi jamur di Indonesia juga banyak, sehingga dia ingin membantu para petani jamur dalam melakukan budidaya jamur.

Menurutnya, bisnis dimulai pada tahun 2006 lalu, namun baru secara resmi masuk sebagai Perusahaan Perseorangan (Persero) pada tahun 2008. Dalam kurun waktu kurang lebih 10 tahun menjalankan usaha jamur, dia menuturkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya adalah bagaimana cara untuk tetap bertahan dan eksis dalam bisnis kuliner.

“Sebenarnya, tidak ada tips khusus bagaimana caranya bisa bertahan dalam satu dekade, intinya harus terus berusaha melakukan segala macam cara untuk tetap mempertahankan usaha ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini Mushroom Factory telah memiliki 15 cabang aktif yang tersebar di seluruh Indonesia. Cholis menuturkan, bahwa produk makanannya kebanyakan dijual di kedai atau stand mall. Hal itu dikarenakan menurutnya mall merupakan salah satu tempat yang cukup higienis untuk penjualan makanan.

“Kenapa di mall? karena suhunya dingin, tidak ada paparan matahari, kendaraan, dan debu sehingga dapat mengurangi intensitas berbagai macam bakteri yang masuk ke makanan. Itulah keistimewaan produk kami, selalu mengutamakan ke-higienisan.” kata Cholis.

Kendati demikian, Cholis juga berpesan kepada masyarakat yang masih bingung untuk memilih produk apa yang akan diperjualkan dalam usaha kuliner untuk mengikuti selera jajan apa yang disukainya.

“Kamu sukanya apa, jual itu saja. Jangan berharap semua orang suka, itu susah. Yang penting adalah berjualan lah menggunakan hati,” tutup Cholis.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana