Tom Liwafa Berhasil Naungi Para Pelaku Usaha

Tom Liwafa (paling kanan), pengusaha sekaligus penaung ukm saat grand opening restoran Ngikan di Surabaya.

SURABAYA-SUREPLUS: Dalam menjalankan bisnis dan memperbesar usaha, tentunya akan banyak pengorbanan yang berbuah manis pada kahirnya. Seperti yang dilakukan oleh Tom Liwafa, yang merupakan pemuda Surabaya, sedang mendedikasikan dirinya dalam sebuah ekosistem bisnis lokal. Pria lulusan s1 Design Produk, dan s2 Magister Management ini bertranformasi menjadi tak sekadar seorang pengusaha, melainkan menjadi induk rumah bagi para pelaku usaha lainya.

“Saya ada sih terhitung sejak 2008, pertama kali bagi saya terjun dalam dunia bisnis. Kala itu, saya fokus bergerak dalam dunia interior desain, serta fashion. Nama-nama brand seperti Handmade Shoes Surabaya, Delvation Store, Delta Outfit, serta Razter Project, itu milik saya,” ungkap Tom, saat dihubungi reporter Sureplus.id, Minggu (24/11/2019).

Tom mengungkapkan, ia sedari awal memang memiliki keinginan untuk mendongkrak para pelaku usaha lainya, dengan membuat sebuah Kelompok Pemberdayaan UMKM. Total terdapat kurang lebih seribu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tersebar di Jawa timur dan Jawa Tengah dan membentuk sebuah ekosistem bisnis yang terintegral.

Menurutnya, sosial movement tersebut dijalankan sejak tahun 2013. Ia berpendapat bahwa, dengan memberikan covering serta mebuka jaringan bisnis bagi para pelaku UMKM, hal ini juga dapat mendorong perekonomian Indonesia tumbuh lebih baik.

“Untuk kedepannya, tantangan para pelaku UMKM akan semakin kompleks. Memang tidak bisa dipungkiri, masuknya era teknologi saat ini, juga harus diikuti dengan penyesuaian teknik menjual atau memasarkan sebuah produk kepada konsumen,” ujarnya

Kendati demikian, ia berharap melalui pemberdayaan UMKM yang ia jalani saat ini dapat memberikan sumbangsih bagi Indonesia untuk dapat bersaing dengan negara-negara yang telah mapan dalam kegiatan ekonomi & bisnis.

Satu-satunya cara adalah para pelaku UMKM bisa menjamin memasarkan produk buatannya hingga ke pelosok daerah sekalipun. Hal ini dapat ditempuh dengan menggunakan pemasaran digital, sehingga menciptakan pemerataan produk atau jasa.

“Kesempatan tersebut dapat berdampak pada tumbuh kembangnya jaringan bisnis bagi para pelaku UMKM meski ia berdomisili di kota-kota kecil,” tutup Tom.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana