Restoran Ngikan, Puluhan Olahan Ikan Dalam Satu Restoran

Grand opening Restoran Ngikan yang berlangsung di jalan Nginden Semolowaru. Restoran ini merupakan cabang pertama di Jatim dengan berbagai macam olahan ikan. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Restoran Ngikan, yang menjadi salah satu brand kuliner lokal sedang banyak digemari oleh masyarakat. Di Jawa Timur sendiri, Ngikan Surabaya adalah cabang pertama restoran ini berdiri, dimana nantinya juga akan hadir di beberapa kota lainya seperti, Sidoarjo dan Malang.

Tom Liwafa, selaku owner restoran Ngikan mengatakan, makanan di Ngikan adalah sebuah produk yang menjawab tantangan tentang tambahan gizi pada sebuah sajian kuliner.

“Kita semua sudah mengetahui dari berbagai peneletian akademis, bahwa kandungan gizi dan nutrisi pada seekor ikan, sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Kandungan seperti protein, omega 3,” ungkap Tom, kepada Sureplus.id, Senin (18/11/2019).

Tom mengungkapkan, melalui brand Ngikan ini dirinya juga mempunyai tujuan khusus dibalik kegiatan bisnisnya, yaitu sosial movement. Ia berdalih, mengingat Indonesia adalah negara maritim, tentunya stok ikan kita sangat belimpah.

“Banyak juga dari masyarakat yang menyandarkan kehidupannya dengan menjadi seorang nelayan. Nah, untuk itu, saya secara pribadi juga ingin memberikan kesempatan yang lebih luas untuk menyerap hasil panen ikan dari para nelayan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tentunya tak hanya olahan menu ikan saja, rencananya berbagai biota laut juga akan dihadirkan di resto ini. Seperti udang, cumi-cumi, dan lain lain.

“Kami menggunakan ikan dengan kualitas terbaik, serta tepung yang premium. Pengunjung juga dapat memilih aneka sambal nusantara seperti samabal matah, samabal acar kuning, dan sambal mercon, semua kombinasi tersebut hanya dengan harga Rp. 19.000 per porsinya,” kata Tom.

Kendati demikian, restoran ikan dinilai mampu menjawab kesejahteraan bagi para nelayan, dan memberikan perbaikan gizi bagi para pelanggan.

“Sehingga Ngikan tidak sekadar sebuah komoditi bisnis saja, namun menjadi sebuah sosial movemnet bersama, untuk saling berperan dalam perbaikan gizi dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Tom.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana