Pentingnya Pemetaan UMKM pada Sektor Pertanian

ILUSTRASI : pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Jatim di sektor pertanian akan mendapatkan pendampingan dari PUM Netherlands Senior Expert. FOTO: SUREPLUS/DOK

SURABAYA-SUREPLUS: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur saat ini tengah melakukan pemetaan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor pertanian yang akan mendapatkan pendampingan dari PUM Netherlands Senior Expert. Langkah tersebut dilakukan semata-mata sebagai wujud tindak lanjut dari agenda “Sharing dan Klinik Bisnis, Pengolahan Produk Makanan dan Minuman Bersama Ahli Pengolahan Produk Agro Belanda” yang telah digelar pada pertengahan bulan Oktober 2019 lalu.

Pemetaan ini dilakukan oleh Kadin Jatim agar lebih memudahkan pendampingan yang akan dilakukan Kadin Jatim bersama PUM Netherlands Senior Expert kepada sekitar 100 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pengolahan produk pertanian di seluruh Jatim. Dari data yang sudah masuk, ada sekitar 78 UMKM pengolahan produk pertanian yang memenuhi persyaratan dan telah dipetakan sesuai zonasi.

“Berdasarkan data yang kami himpun, maka pendampingan akan kami lakukan di sembilan titik yaitu Lamongan, Pamekasan, Kediri, Malang raya, Trenggalek, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan dan Tuban. Dan pendampingan bisnis ini  riel kami lakukan bersama PUM Netherlands Senior Expert,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Agrobisnis, Adik Dwi Putranto di Surabaya, Jumat (15/11/2019).

Pendampingan, ujarnya, dilakukan selama dua minggu dengan berbagai hal, mulai dari proses produksi yang baik dan berstandar internasional,  packaging atau pengemasan, branding atau pemasaran hingga cara bagaimana membuka akses atau jaringan.

“Semuanya akan dibimbing secara intensif dan berkelanjutan. PUM Netherlands juga akan melakukan evaluasi setelah program berjalan selama tiga bulan. Dari evaluasi, akan diketahui apakah bisnisnya berjalan semakin baik atau masih ada kekurangan. Kalau masih ada kekurangan, PUM Netherlands Senior Expert akan kembali memberikan pendampingan sesuai keinginan pelaku UMKM,” tambah Adik yang saat ini menjadi kandidat terkuat Ketua Umum Kadin Jatim Periode 2019-2024.

Pihaknya juga berharap melalui upaya ini, kinerja sektor pertanian Jatim akan semakin baik. Meskipun demikian, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Jatim, menunjukkan kalau kinerja sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir mengalami perlambatan walaupun masih tetap menjadi kontributor terbesar ketiga dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim.

Pertanian, ujar Adik, sepanjang triwulan ke III 2019 masih berkontribusi sebesar 12,09 persen dengan nilai Rp 73,978 triliun. Pencapaian ini lebih rendah dibanding industri pengolahan yang mampu berkontribusi sebesar 29,7 persen dan perdagangan sebesar 18,62 persen dari total PDRB Jatim pada triwulan ke III 2019 yang mencapai Rp 607,045 triliun. Sementara kinerja sektor pertanian Jatim pada triwulan III 2019 hanya mampu naik sebesar 1,65 persen.

“Selain sebagai solusi atas rendahnya harga komoditas pertanian saat panen raya, melalui pendampingan ini Kadin Jatim juga berharap pelaku UMKM yang dilatih dan didampingi tersebut akan menjadi trainer bagi UMKM  yang lain sehingga mereka bisa maju bersama,” tutupnya. (Lana/DM)

Editor: Dony Maulana