Seluruh Produk Properti Beri Gambaran Prospek Investasi yang Bagus Untuk Akhir Tahun

CEO Propnext Indonesia Luckyanto (kanan) bersama Ketua Arebi Jatim Rudy Susanto saat melihat salah satu market properti luar negeri saat pameran di Galaxy Mall Surabaya. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: CEO Propnext, Luckyanto mengklaim semua produk properti yang ditawarkan memang saat ini memberi gambaran akan prospek investasi yang lebih bagus di penghujung akhir tahun ini. Hal tersebut ia sampaikan pada saat membuka acara pameran ‘Propex International Property Expo 2019’. Ia mencontohkan, seperti beberapa produk properti yang mendapat potongan pajak bagi warga Indonesia, yang ingin berinvestasi di Australia.

“Dukungan JJL selaku pemegang saham Propnext dengan jaringan internasionalnya yang luas akan memberikan jaminan investasi yang aman dan menjanjikan untuk produk properti yang dipamerkan. Contohnya, di Perth, Australia sedang memberikan potongan pajak hingga 75% dari pajak pembelian properti bagi warga asing sebesar 12%,” ungkap Luckyanto, saat membuka acara pameran ‘Propex International Property Expo 2019’ di Galaxy Mall, Surabaya, Kamis (14/11/2019).

Luckyanto mengungkapkan, potongan pajak ini dimaksudkan untuk menarik investasi asing. Begitu juga dengan Dubai, yang sedang memberikan berbagai penawaran menarik mulai harga apartemen Rp 2 miliar, hak milik, bebas pajak, KPR, nilai sewa per tahun hingga 12% hingga jaminan 7 tahun BEP. Berbagai penawaran itu tak lepas dari komposisi penduduk Dubai yang hampir 92% merupakan pendatang dari Eropa, Asia dan Ameria.

“Orang Arab sendiri di sana minoritas, banyak ekspatriat. Sebagai negara Islam yang open dan modern, ini sangat mendukung dan menjamin investasi di Dubai secure,” ujarnya.

Hal ini merupakan, peluang yang menarik juga untuk properti di Singapura yang berencana menaikkan pajak pembelian properti buat orang asing dari 24% sekarang menjadi 30%. Kemudian, Hong Kong yang sedang dilanda resesi dan London yang sedang mengalami krisis sekarang membuat harga produk propertinya jatuh saat ini.

Bahkan, Hong Kong sendiri saat ini ditinggal oleh investor di dalam negeri dan memilih investasi di negara lain seperti Singapura dan London.

“Saat Hong Kong nanti membaik, mereka akan balik investasi di negaranya dan pada saat itu harga properti dipastikan akan melambung. Nah, kesempatan kita mengambil celah ini membeli saat harga masih murah,” kata Luckyanto.

Ia menjelaskan, properti di pulau Bali pun juga tidak kalah menariknya. Bali yang selama ini sudah menjadi tujuan investasi internasional akan tetap diincar oleh investor asing termasuk dari Singapura terutama setelah kebijakan negara itu yang menerapkan pajak progresif bagi kepemilikan properti lebih dari satu bagi warganya.

Kebijakan itu mendorong banyak investor di Singapura saat ini menginvestasikan dananya untuk pembelian properti di luar negeri seperti Vietnam dan Kamboja.

“Kebijakan Presiden Jokowi yang terus mendorong masuknya investor asing ke dalam negeri tentu juga akan memberikan peluang bagi mereka untuk membeli properti di Bali dan mendongkrak harga properti disana. Apalagi kondisi politik sekarang terus membaik setelah pemilu,” ucapnya.

Drinya mengaku, geliat pasar properti di Surabaya mulai terasa setelah gelaran pemilu beberapa waktu lalu. Hal tersebut, terbukti hingga akhir Oktober 2019 lalu Pronext mampu mencatat penjualan properti internasional sebesar Rp 200 miliar. Padahal akhir 2018 lalu capain penjualan hanya Rp 180 miliar, lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar Rp 100 miliar.

Kendati demikian, dengan prospek bagus serta harga produk properti yang ditawarkan dalam pameran internasional kali ini, misalnya untuk tipe studio dengan harga mulai Rp 10 miliar di Singapura, Rp 18 miliar di London dan Rp 2,8 miliar di Dubai, Pronext optimistis capaian pameran kali ini akan lebih baik dari pameran sebelumnya di tahun yang sama.

“Kami menargetkan penjualan properti internasional bisa tembus Rp 100 miliar dan akan melengkapi capaian penjualan per Oktober lalu sebesar Rp 200 miliar. Sehingga kami bisa mencapai penjualan Rp 300 miliar sampai akhir tahun ini,” tutup Luckyanto.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana