Propnext Targetkan Penjualan Capai Rp 100 Miliar di Pameran Properti Internasional

CEO Propnext Indonesia Luckyanto (kanan) bersama Ketua Arebi Jatim Rudy Susanto saat melihat salah satu market properti luar negeri saat pameran di Galaxy Mall Surabaya. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Perusahaan agen properti, Propnext Indonesia kali ini menggandeng 8 pengembang properti mancanegara untuk menggelar pameran ‘Propex International Property Expo 2019’. Propnext menargetkan, penjualan produk properti internasional sebesar Rp 100 miliar dari pameran tersebut. CEO Propnext Indonesia, Luckyanto mengatakan bahwa permintaan produk properti internasional terus bertumbuh setiap tahun.

“Kebijakan tax amnesty beberapa tahun lalu turut mendorong pertumbuhan itu. Tidak sedikit dari pemilik modal domestik, yang ikut tax amnesty lalu menginvestasikan dananya untuk pembelian properti di luar negeri,” ungkap Luckyanto, saat pembukaan acara di Mall Galaxy, Surabaya, Kamis (14/11/2019).

Luckyanto mengungkapkan, diantara negara tujuan investasi mereka adalah Australia, yang tercatat permintaan paling tinggi hingga 40% dari total pembelian properti internasional di Indonesia. Kemudian disusul Singapura yang mencapai 20% dan sisanya 60% permintaan dibagi secara merata ke beberapa negara seperti Malaysia, Hong Kong, London dan lainnya.

Menurutnya, tahun ini sendiri permintaan produk properti internasional mencatat pertumbuhan sebesar 30%, dan kota Surabaya memberikan andil cukup besar terhadap pertumbuhan tersebut. Hal tersebut, lantaran dari total jumlah pembeli produk properti internasional di Indonesia, pembeli dari Surabaya mencapai 40%.

“Mereka umumnya membeli produk properti internasional untuk keperluan investasi, pendidikan dan medis terutama di Australia, Singapura dan Malaysia. Harga produk properti di bawah Rp 8 miliar di Australia, S$1-2 di Singapura dan Rp 5 miliar di Malaysia cukup laris manis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, potensi pasar di Surabaya yang cukup besar ini menjadi alasan Propnext Indonesia menggelar pameran properti internasional di kota ini.

Kendati demikian, diacara kali ini kedelapan pengembang besar tersebut, yakni Crown Group di Sydney, Far East di Singapura, Propnex Malaysia, Nicheliving di Perth, Damac Group di Dubai, Ecoworld di Melbourne dan Skales Nusa Dua di Bali, serta didukung oleh Jones Lang Lasalle (JLL).

“Mereka menawarkan properti internasional baik untuk hunian tapak, atau hunian bertingkat di Australia, Singapura, Malaysia, Bali, Dubai, Hong Kong dan London. Harga apartemen yang ditawarkan bervariasi mulai Rp 1 miliar seperti apartemen Skales Nusa Dua Bali hingga Rp 30 miliar untuk apartemen di Hongkong,” tutup Luckyanto.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana