Potensi Transaksi Bisnis di Fesyar 2019 Mencapai Rp 19,26 Triliun

Festival Ekonomi Syariah Indonesia (FESyar) regional Jawa yang digelar di Surabaya.

SURABAYA-SUREPLUS: Potensi transaksi bisnis antara pelaku UMKM dan calon investor serta lembaga keuangan pada Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 tembus Rp 19,26 triliun. Angka ini naik dua kali lipat melebihi tahun 2018 lalu yang mencapai sebesar Rp 7,01 triliun.

Dalam acara Festival Ekonomi Syariah Indonesia 2019, dilaksanakan pula kegiatan businessmatching yang merupakan ajang pertemuan bisnis antara pelaku UMKM/pemilik project dengan calon investor atau lembaga keuangan bank maupun non bank yang potensial dengan pencapaian sebesar Rp 19,26 triliun.

“Capaian tersebut tercatat meningkat dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 7,01 triliun,” ujar Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Harmanta, Selasa (12/11/2019).

Harmanta mengungkapkan, capaian Fesyar Indonesia di Surabaya diindikasikan lebih tinggi dibandingkan dengan Fesyar Regional Sumatera dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Terlihat dari transaksi business matching masing-masing sebesar Rp 2,11 triliun dan Rp 2,6 triliun.

“Sampai penutupan Fesyar Indonesia, pengunjung meningkat signifikan. Ini terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai 31.935 orang, dengan jumlah transaksi booth sebesar Rp 100,86 miliar yang terdiri dari transaksi booth perbankan sebesar Rp 98,69 miliar dan booth non Perbankan sebesar Rp 2,17 miliar,” ujarnya.

Menurutnya, besar peran perbankan syariah dalam pencapaian transaksi booth dan business matching menunjukkan menguatnya peran perbankan syariah dalam mendukung bergeraknya roda perekonomian.

“Fesyar 2019 kali ini kami harap dapat memberikan manfaat yang berkesinambungan dalam mendorong perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, khususnya Jawa Timur,” kata Harmanta.

Kendati demikian, beberapa pihak telah berkomitmen untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam terus mengawal pengembangan ekonomi syariah ke depan. “Dalam hal ini, target jangka pendeknya adalah meningkatkan kesiapan pelaku industri halal di Jawa Timur, khususnya dalam acara Halal Summit 2020 agar mampu diterima di pasar global,” tutup harmata. (DEWID/DM)

Editor: Dony Maulana